Keluarga Thamrin di Malut desak FPI dibubarkan
Sabtu, 29 Juni 2013 - 18:06 WIB
Keluarga Thamrin di Malut desak FPI dibubarkan
A
A
A
Sindonews.com - Kendati Thamrin Tomologa terkesan membiarkan insiden yang menimpa dirinya, namun keluarga besarnya di Ternate, Maluku Utara (Malut) meradang. Mereka mendesak pemerintah untuk membuabarkan Front Pembela Islam (FPI).
Sekira 30 orang keluarga Thamrin Tomagola, Sosiolog UI, menggelar rapat bersama di Resto Jarot Kota Ternate. Dalam rapat itu juga dihadiri empat ormas Islam Malut yang tergabung dalam Forum Persahabatan Antara Ormas Islam.
"Pemerintah jangan ragu untuk membubarkan FPI yang selalu membuat kekacauan, menimbulkan keresahan, melakukan teror dan membuat onar," kata Sarif Chan juru bicara keluarga Thamrin, Sabtu (29/6/2013).
Sarif menambahkan, masyarakat perlu diberikan pencerahan supaya tahu mana ormas radikal dan yang tidak.
"Jadi pembubaran FPI sudah sangat tepat, karena sepak terjangnya sudah kian meresahkan masyarakat," tegasnya.
Untuk itu, mereka berjanji akan melaporkan jubir FPI Munarman ke Kepolisian Daerah (Polda) Malut dan Mabes Polri pada Senin, 1 Juli 2013.
"Biar ada proses hukum yang nyata terhadap Munarman," pungkasnya.
Sekadar diketahui, dalam siaran langsung yang ditayangkan TvOne sekira pukul 07.30 WIB itu, Thamrin dan Munarman hadir sebagai narasumber tentang sweeping tempat hiburan malam jelang bulan Ramadan.
"Polisi, Kemendag, tidak melarang minuman keras, itu masalahnya. Beliau ini melihat hilirnya," kata Munarman.
"Anda enggak tahu, dengar dulu, anda enggak tahu apa yang saya maksud, diam dulu," sanggah Thamrin. Sementara Munarman ngotot tak mau berhenti bicara.
Lalu Munarman berdiri dari kursinya dan mengambil cangkir di hadapannya kemudian menyiram air ke wajah Thamrin. Sang pembawa acara langsung melerai dan menghentikan aksi Munarman.
Sekira 30 orang keluarga Thamrin Tomagola, Sosiolog UI, menggelar rapat bersama di Resto Jarot Kota Ternate. Dalam rapat itu juga dihadiri empat ormas Islam Malut yang tergabung dalam Forum Persahabatan Antara Ormas Islam.
"Pemerintah jangan ragu untuk membubarkan FPI yang selalu membuat kekacauan, menimbulkan keresahan, melakukan teror dan membuat onar," kata Sarif Chan juru bicara keluarga Thamrin, Sabtu (29/6/2013).
Sarif menambahkan, masyarakat perlu diberikan pencerahan supaya tahu mana ormas radikal dan yang tidak.
"Jadi pembubaran FPI sudah sangat tepat, karena sepak terjangnya sudah kian meresahkan masyarakat," tegasnya.
Untuk itu, mereka berjanji akan melaporkan jubir FPI Munarman ke Kepolisian Daerah (Polda) Malut dan Mabes Polri pada Senin, 1 Juli 2013.
"Biar ada proses hukum yang nyata terhadap Munarman," pungkasnya.
Sekadar diketahui, dalam siaran langsung yang ditayangkan TvOne sekira pukul 07.30 WIB itu, Thamrin dan Munarman hadir sebagai narasumber tentang sweeping tempat hiburan malam jelang bulan Ramadan.
"Polisi, Kemendag, tidak melarang minuman keras, itu masalahnya. Beliau ini melihat hilirnya," kata Munarman.
"Anda enggak tahu, dengar dulu, anda enggak tahu apa yang saya maksud, diam dulu," sanggah Thamrin. Sementara Munarman ngotot tak mau berhenti bicara.
Lalu Munarman berdiri dari kursinya dan mengambil cangkir di hadapannya kemudian menyiram air ke wajah Thamrin. Sang pembawa acara langsung melerai dan menghentikan aksi Munarman.
(ysw)