Miskin, pengungsi Syiah tak dapat BLSM

Senin, 24 Juni 2013 - 14:06 WIB
Miskin, pengungsi Syiah...
Miskin, pengungsi Syiah tak dapat BLSM
A A A
Sindonews.com - Pengungsi Syiah asal Sampang yang kini tinggal di Rusun (Rumah Susun) Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman tidak mendapatkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Padahal, mereka kini hidup di pengungsian dan termasuk warga tidak mampu.

Bahkan, pengungsi banyak yang tidak tahu apa itu BLSM yang merupakan bantuan langsung pengganti kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kita tidak mendapat BLSM dan selama ini tidak diberitahu apa bantuan itu," ujar Muhammad Zaini, salah satu perwakilan pengungsi Syiah, Senin (24/6/2013).

Pengungsi Syiah sudah selayaknya jika mendapat BLSM. Selain statusnya pengungsi, mereka kini tidak mempunyai pekerjaan tetap. Bahkan, sejak mengungsi di GOR Sampang, mereka juga tidak mendapat bantuan untuk warga miskin.

Muhammad Zaini mengaku, pengungsi Syiah layak mendapat bantuan seperti BLSM maupun bantuan untuk warga miskin lainnya. Sebab sebelum mengungsi, kondisi mereka bisa dikatakan kurang mampu. Hal ini dibuktikan dengan kondisi rumah dan pekerjaan warga.

Pria yang akrab disapa Zaini itu mencontohkan, rumah warga Syiah itu terbuat dari gedek (anyaman bambu). Sedangkan pekerjaan warga Syiah ini mayoritas adalah petani dan serabutan.

"Kalau dilihat dari kondisi kami ya harusnya kita mendapat BLSM," tandasnya.

Kini pengungsi ketika tinggal di Rusun Puspa Agro, sudah menjadi pengangguran karena tidak bisa bekerja. Mereka hanya mengharapkan makan yang disediakan oleh Biro Kesra Pemprov Jatim yang mengurusi pengungsi Syiah yang terusir dari kampung halamannya akibat konflik berbau Sara.

Bila mendapat BLSM, bisa dimanfaatkan oleh pengungsi untuk kebutuhan lainnya. Jika kebutuhan makan sudah dicukupi oleh pemerintah, namun pengungsi masih butuh untuk memenuhi kebutuhan sekunder. Seperti untuk membeli sabun, pakaian dan lainnya.

"Kita di sini bukan hanya butuh untuk makan, tapi butuh beli sabun dan lainnya, kok tak dapat BLSM," ujar pengungsi Syiah lainnya.

Bukan hanya tidak mendapat BLSM, pengungsi Syiah di Puspa Agro juga minim fasilitas. Seperti kamar yang kini ditempati, satu kamar ada yang ditempati oleh tiga Kepala Keluarga (KK). Demikian pula untuk fasilitas belajar anak-anak juga tidak ada.

Selama tinggal di Rusun Puspa Agro, siswa tidak bisa belajar dan mengaji. Berbeda ketika mereka masih mengugsi di GOR Sampang, masih ada fasilitas untuk belajar anak dan musala untuk salat.

"Di sini anak-anak sudah tak sekolah lagi. Mereka juga tidak mengaji karena tidak ada ruangan khusus," keluh pengungsi Syiah lainnya.

Untuk itulah, pengungsi meminta agar pemerintah menyediakan paling tidak dua kamar yang bisa digunakan untuk mushala dan ruang belajar serta mengaji untuk anak-anak. Bukan hanya itu, harus ada penambahan ruang lagi sehingga satu kamar yang awalnya ditempati tiga KK bisa dipindah ke kamar baru.
(rsa)
Berita Terkait
Kisah Imam Abu Hanifah...
Kisah Imam Abu Hanifah Menyadarkan Seorang Pengikut Syiah
Kisah Shalahuddin Al...
Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Menyerang Negeri Pengikut Syiah al-Ismailiyyah
Pimpinan dan Pengikut...
Pimpinan dan Pengikut Aliran Syiah Sampang Kembali ke Ahlus Sunnah Wal Jamaah
AS Ungkap 80 Lokasi...
AS Ungkap 80 Lokasi Milisi Syiah yang Hendak Diserang di Irak
3 Negara yang Diserang...
3 Negara yang Diserang Iran, 2 Target Adalah Sekutu Syiah Terdekat
Kilang Minyak Israel...
Kilang Minyak Israel di Haifa Diserang oleh Pejuang Syiah Irak
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
54 menit yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
2 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
3 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
4 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved