TPAS Banyuroto digelontor Rp1,3 M
Jum'at, 07 Juni 2013 - 09:51 WIB
TPAS Banyuroto digelontor Rp1,3 M
A
A
A
Sindonews.com - Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah (Banyuroto) Nanggulan segera dioptimalkan. Kepastian didapat setelah TPAS mendapat kucuran dana Rp1,3 miliar lebih dari APBN.
Dana tersebut disalurkan melalui Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Yogyakarta. Rp800 juta lebih untuk TPA dan Rp500 juta untuk Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).
"Jadi nanti semuanya fisik. Tapi yang melaksanakan pengerjaannya Satker PPLP. Total anggaran Rp1,3 miliar lebih," kata Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan, DPU Kulonprogo Sarno Widodo, Jumat (7/6/2013).
Dia menjelaskan, selama ini operasional TPA belum optimal. Namun, ketidakpuasan warga beberapa bulan lalu yang diwujudkan dalam sebuah aksi membawa dampak positif, anggaran untuk optimalisasi cair.
Rencananya, TPA akan dioptimalkan dengan membangun liqiud treatment untuk mengolah cairan limbah. Selama ini, pengolahan dilakukan dengan mekanik. Di mana cairan lindi akan disedot menggunakan pompa.
Padahal, cara ini memakan biaya yang cukup besar. Kedepan, dia berharap limbah cair mengalir sesuai gravitasi agar lebih low cost. Menurut dia, awalnya pembangunan saluran akan dilakukan tahun ini, namun masyarakat sekitar belum setuju.
"Kami sudah sosialisasikan rencana ini. Pembebasan lahan sekitar 2.000 meter persegi, termasuk untuk IPLT. Untuk saluran, ukurannya 1,5X1.437 kalau tidak salah. Idealnya memang limbah cair yang keluar sampai ke saluran air," katanya.
Dia menambahkan, IPLT dibangun untuk mengakomodasi bila UPTD memberi pelayanan berupa sedot tinja di rumah warga. " nah nanti sudah ada tempat pengolah limbahya di sisi pintu masuk TPA," tambahnya.
Dana tersebut disalurkan melalui Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Yogyakarta. Rp800 juta lebih untuk TPA dan Rp500 juta untuk Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).
"Jadi nanti semuanya fisik. Tapi yang melaksanakan pengerjaannya Satker PPLP. Total anggaran Rp1,3 miliar lebih," kata Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan, DPU Kulonprogo Sarno Widodo, Jumat (7/6/2013).
Dia menjelaskan, selama ini operasional TPA belum optimal. Namun, ketidakpuasan warga beberapa bulan lalu yang diwujudkan dalam sebuah aksi membawa dampak positif, anggaran untuk optimalisasi cair.
Rencananya, TPA akan dioptimalkan dengan membangun liqiud treatment untuk mengolah cairan limbah. Selama ini, pengolahan dilakukan dengan mekanik. Di mana cairan lindi akan disedot menggunakan pompa.
Padahal, cara ini memakan biaya yang cukup besar. Kedepan, dia berharap limbah cair mengalir sesuai gravitasi agar lebih low cost. Menurut dia, awalnya pembangunan saluran akan dilakukan tahun ini, namun masyarakat sekitar belum setuju.
"Kami sudah sosialisasikan rencana ini. Pembebasan lahan sekitar 2.000 meter persegi, termasuk untuk IPLT. Untuk saluran, ukurannya 1,5X1.437 kalau tidak salah. Idealnya memang limbah cair yang keluar sampai ke saluran air," katanya.
Dia menambahkan, IPLT dibangun untuk mengakomodasi bila UPTD memberi pelayanan berupa sedot tinja di rumah warga. " nah nanti sudah ada tempat pengolah limbahya di sisi pintu masuk TPA," tambahnya.
(ysw)