Pedagang Stasiun UI kumpulkan sisa bongkaran kios

Kamis, 30 Mei 2013 - 23:12 WIB
Pedagang Stasiun UI...
Pedagang Stasiun UI kumpulkan sisa bongkaran kios
A A A
Sindonews.com - Pasca penertiban kios pedagang di Stasiun Universitas Indonesia (UI), kemarin pedagang terlihat mengumpulkan material yang masih bisa digunakan kembali. Mereka memanfaatkan sisa bongkaran, seperti besi, kayu dan rolling door.

Ungkus (21), salah satu pedagang yang ikut mengambil material mengaku untuk dimanfaatkan kembali. Kendati demikian, dia belum tahu akan pindah kemana. Dirinya mengaku sangat terpukul dengan penertiban itu.

Dirinya dan beberapa pedagang lainnya, kemarin mengangkut besi-besi dan kayu serta papan tebal dari bekas kiosnya. Dengan hati-hati, dia mengambil papan yang ada di balik tumpukan puing.

"Dari pada kebuang sayang, jadi diambilin saja, yang masih bisa dipakai. Sama petugas juga dibakar kalau kayu-kayu," katanya, kepada wartawan, di Depok, Kamis (30/5/2013).

Dia menambahkan, sudah berjualan selama lima tahun lebih, sebagai jasa ketik di gang sempit dekat stasiun. Kendati kiosnya hanya berukuran 3x3 meter persegi, namun mampu menghidupi keluarga. Usahanya ini, diwariskan Ungkus dari kakaknya.

"Karena di sini ramai jadi lumayan penghasilannya. Mau buka lagi tapi masih cari tempat. Makanya ini manfaatin kayu-kayu sisa bongkaran," ungkapnya.

Kiosnya berada sekitar 100 meter dari stasiun. "Kalau masa liburan, memang sepi. Tetapi kalau sudah mulai semester, baru ramai lagi. Semoga saja nanti kalau dapat tempat baru bisa seperti di sini," harapnya.

Sementara itu, KS UI Akyadi mengatakan, pada 1 Juni nanti, kios tersebut akan dibongkar juga. Mengingat untuk menerapkan tiket elektronik (e-ticketing) maka area stasiun harus steril. Saat percobaan beberapa pekan lalu, hanya Stasiun UI saja yang tidak ikut.

"Kalau steril ya benar-benar hanya penumpang yang memiliki tiket saja yang ada di peron. Kemarin kami tertunda karena kan masih ada pedagang. Tapi 1 Juni nanti sudah bersih," katanya menjamin.

Senada, Kepala Humas PT KAI Mateta Rijazulhaq mengatakan, sesuai Perpres No.83 tahun 2011 tentang Penugasan Pemerintah Pemeritah pada KAI untuk Mengembangkan KCJ, dan UU No 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Maka, pihaknya wajib meningkatkan pelayanan.

"Sesuai dengan target di tahun 2018 yang akan mengangkut 1,2 juta penumpang. Saat ini, baru 600 ribu penumpang yang terangkut se-Jabodetabek yang dilayani oleh 597 perjalanan," jelasnya.
(san)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Kereta Bandara Soetta...
Kereta Bandara Soetta Mulai Beroperasi 1 Juli 2020
Berita Terkini
Pemanfaatan Dana Keistimewaan...
Pemanfaatan Dana Keistimewaan Yogyakarta Berhasil Berdayakan Masyarakat
37 menit yang lalu
BMKG Pantau Siklon Tropis...
BMKG Pantau Siklon Tropis NOUL, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
1 jam yang lalu
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
11 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
12 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
13 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
15 jam yang lalu
Infografis
Bangladesh Rusuh, Mahasiswa...
Bangladesh Rusuh, Mahasiswa Bakar Stasiun TV dan 32 Orang Tewas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved