Tolak kepsek baru, warga segel sekolah
Selasa, 28 Mei 2013 - 14:23 WIB
Tolak kepsek baru, warga segel sekolah
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan warga Desa Lamakkaraseng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendatangi SD Inpres 3-77 Lamakkaraseng, untuk memprotes pergantian kepala sekolah (Kepsek) yang dinilai tidak sesuai prosedur. Tak hanya itu, mereka juga menyegel sekolah hingga kegiatan belajar mengajar terhenti.
Dengan spanduk yang sudah dipersiapkan, puluhan warga Desa Lamakkaraseng, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone menyegel sekolah yang baru direhab tersebut. Mereka beralasan karena terpilihnya kepsek Arifin ini tidak sesuai prosedur.
Selain memasang spanduk di depan sekolah, sejumlah ruangan, seperti kelas dan ruang kepala sekolah juga disegel. AKibat aksi ini, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut lumpuh.
"Enggak tahu kenapa sekolahnya di segel," ujar Rustam Efendi salahsatu siswa SD Inpres 3-77 di sekolahnya, Selasa (28/5/2013).
Rustam Efendi datang ke sekolah bersama beberapa rekannya. Dia sengaja datang untuk melihat aksi warga di sekolah yang tak jauh dari rumahnya itu.
Sementara itu, Andi Bahtiar warga sekitar mengatakan, pihaknya melakukan penyegelan karena menolak kepala sekolah yang baru.
"Masak tanpa sepengetahuan UPTD dan pemerintah, tiba-tiba saja kepala sekolah diganti, ini kan menyalahi prosedur," jelasnya di sela-sela aksi.
Andi menjelaskan, sebelumnya ada dua nama yang diusulkan yaitu Hasma dan Semmang untuk diangkat menjadi kepala sekolah. Bahkan kedua nama ini sudah dilaporkan ke UPTD dan Diknas. Namun dua hari sebelum pelantikan muncul nama lain, yakni Arifin.
Bukan hanya itu, lanjut Andi, warga juga kecewa karena kepala sekolah yang terpilih tersebut adalah warga dari kecamatan lain, bukan warga Desa Lamakkaraseng.
wwcr : pejabat sementara kepala sekolah sd inpres 3/77 lamakkaraseng/ arifuddin kamba
Sedangkan Arifuddin Kamba Pjs Kepsek SD Inpres 3-77 Lamakkaraseng, mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan solusi terkait kasus tersebut.
"Saya tinggal menunggu perintah dan berkonsultasi dengan atasan. Jadi saya belum bisa berkomentar banyak," terangnya.
Dengan spanduk yang sudah dipersiapkan, puluhan warga Desa Lamakkaraseng, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone menyegel sekolah yang baru direhab tersebut. Mereka beralasan karena terpilihnya kepsek Arifin ini tidak sesuai prosedur.
Selain memasang spanduk di depan sekolah, sejumlah ruangan, seperti kelas dan ruang kepala sekolah juga disegel. AKibat aksi ini, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut lumpuh.
"Enggak tahu kenapa sekolahnya di segel," ujar Rustam Efendi salahsatu siswa SD Inpres 3-77 di sekolahnya, Selasa (28/5/2013).
Rustam Efendi datang ke sekolah bersama beberapa rekannya. Dia sengaja datang untuk melihat aksi warga di sekolah yang tak jauh dari rumahnya itu.
Sementara itu, Andi Bahtiar warga sekitar mengatakan, pihaknya melakukan penyegelan karena menolak kepala sekolah yang baru.
"Masak tanpa sepengetahuan UPTD dan pemerintah, tiba-tiba saja kepala sekolah diganti, ini kan menyalahi prosedur," jelasnya di sela-sela aksi.
Andi menjelaskan, sebelumnya ada dua nama yang diusulkan yaitu Hasma dan Semmang untuk diangkat menjadi kepala sekolah. Bahkan kedua nama ini sudah dilaporkan ke UPTD dan Diknas. Namun dua hari sebelum pelantikan muncul nama lain, yakni Arifin.
Bukan hanya itu, lanjut Andi, warga juga kecewa karena kepala sekolah yang terpilih tersebut adalah warga dari kecamatan lain, bukan warga Desa Lamakkaraseng.
wwcr : pejabat sementara kepala sekolah sd inpres 3/77 lamakkaraseng/ arifuddin kamba
Sedangkan Arifuddin Kamba Pjs Kepsek SD Inpres 3-77 Lamakkaraseng, mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan solusi terkait kasus tersebut.
"Saya tinggal menunggu perintah dan berkonsultasi dengan atasan. Jadi saya belum bisa berkomentar banyak," terangnya.
(ysw)