Gagal tangkap buruan, Polisi aniaya keluarganya
Kamis, 11 April 2013 - 17:19 WIB
Gagal tangkap buruan, Polisi aniaya keluarganya
A
A
A
Sindonews.com - Sikap kurang terpuji ditunjukan anggota Polsek Rambang, Prabumulih, Sumatera Selatan. Gagal menangkap buruannya, ketiga polisi ini malah menganiaya keluarga pelaku. Tak terima, keluarga pelaku melaporkan kasus ini ke Propam Polda Sumatera Selatan.
Menurut keterangan keluarga korban yang juga saksi mata, Maruya (40) peristiwa ini terjadi pada Selasa 9 April 2013. Saat itu datang ketiga orang yang mengaku polisi dari Polsek Rambang ingin menangkap Herman di rumahnya di Desa Kepondang Indah, Kleurahan Pati Galung, Kecamatan Prabumulih Barat.
”Kami tanya baik-baik mana surat penangkapannya, kami sekeluarga ingin lihat,” tandasnya di Propam Polda Sumsel, Kamis (11/4/2013).
Namun salah satu pelaku langsung berteriak kencang memaki-maki keluarga. emosi ketiganya memuncak dan langsung memukul Rudi Hartono (37) dengan borgol dan membuat tangan kiri dan mulutnya berdarah.
Tidak hanya itu saja, sambung anak adiknya Danil (7) juga tak luput dari tindakan brutal para oknum tersebut.
”Danil sampai terpental sekitar 10 meter lebih akibat didorong salah satu oknum polisi yang hendak menangkap Herman," katanya.
Ada keributan di rumah tersebut mengundang perhatian warga sekitar, namun warga tak berani mendekat karena dua orang polisi mengeluarkan tembakan ke udara.
Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Franky H Parapat membenarkan adanya laporan keluarga korban.
”Sudah diterima, tapi akan kita kros cek dulu untuk membuktikan apakah benar yang melakukan itu oknum polisi atau bukan, tetapi yang jelas kalau memang apa yang dilakukan oknum itu tidak sesuai aturan pasti akan kita tindak tegas sesuai peraturan berlaku,” ungkap Franky.
Menurut keterangan keluarga korban yang juga saksi mata, Maruya (40) peristiwa ini terjadi pada Selasa 9 April 2013. Saat itu datang ketiga orang yang mengaku polisi dari Polsek Rambang ingin menangkap Herman di rumahnya di Desa Kepondang Indah, Kleurahan Pati Galung, Kecamatan Prabumulih Barat.
”Kami tanya baik-baik mana surat penangkapannya, kami sekeluarga ingin lihat,” tandasnya di Propam Polda Sumsel, Kamis (11/4/2013).
Namun salah satu pelaku langsung berteriak kencang memaki-maki keluarga. emosi ketiganya memuncak dan langsung memukul Rudi Hartono (37) dengan borgol dan membuat tangan kiri dan mulutnya berdarah.
Tidak hanya itu saja, sambung anak adiknya Danil (7) juga tak luput dari tindakan brutal para oknum tersebut.
”Danil sampai terpental sekitar 10 meter lebih akibat didorong salah satu oknum polisi yang hendak menangkap Herman," katanya.
Ada keributan di rumah tersebut mengundang perhatian warga sekitar, namun warga tak berani mendekat karena dua orang polisi mengeluarkan tembakan ke udara.
Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Franky H Parapat membenarkan adanya laporan keluarga korban.
”Sudah diterima, tapi akan kita kros cek dulu untuk membuktikan apakah benar yang melakukan itu oknum polisi atau bukan, tetapi yang jelas kalau memang apa yang dilakukan oknum itu tidak sesuai aturan pasti akan kita tindak tegas sesuai peraturan berlaku,” ungkap Franky.
(ysw)