Ini poin-poin Pemprov DKI tolak World Bank

Jum'at, 05 April 2013 - 14:39 WIB
Ini poin-poin Pemprov...
Ini poin-poin Pemprov DKI tolak World Bank
A A A
Sindonews.com – Tawaran World Bank untuk memberikan pinjaman kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, langsung mendapatkan penolakan dari pasangan Jokowi dan Ahok. Berikut adalah, sejumlah alasan penguasa Ibu Kota ini menolak penawaran World Bank.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, tawaran pinjaman sebesar Rp1.2 triliun dari World Bank untuk membantu pengerukan kali dengan sistem Jakarta Emergency Dreging Inisiatif (Jedi), hanya merusak sistem pemerintahan Jakarta Baru.

Selain itu, Ahok menilai, pinjaman sebesar Rp1.2 triliun dinilai terlalu kecil bagi Pemprov DKI dalam mensukseskan program unggulan pemerintah. Tidak hanya itu, Ahok juga menilai, sistem yang diminta World Bank hanya menguntungkan mafia.

Suami dari Veronica S Tan ini menambahkan, sistem ganti untung tidak hanya merugikan Pemprov DKI. Namun, bisa merugikan rakyat karena dana yang akan digunakan untuk membayar adalah uang rakyat, untuk pembangunan DKI Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuding World Bank menggunakan cara komunis dalam melakukan kerjasama dengan Pemerntah Provinsi DKI Jakarta.

"Ya, tidak mau ganti uang. Kenapa Bank Dunia mendikte kita untuk ganti uang. Kamu ngajarin jadi komunis namanya. Bukan tanah kamu, kamu dudukin. Enggak betul itu. Enggak mau. Itu peraturan dari mana?" ujar Ahok setengah emosi, di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (5/4/2013).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, sistem ganti rugi yang harus dibayar Pemprov DKI kepada warga yang menempati bantaran sungai dianggap merugikan. Pasalnya, tanah tersebut pada dasarnya milik negara. Sedangkan, Bank Dunia meminta Pemprov DKI mengganti rugi tanah-tanah yang ditempati mereka.

Namun begitu, dia menuturkan, warga yang tinggal di bantaran sungai tidak serta merta diusir begitu saja. Pemprov DKI tetap memikirkan nasib mereka, dengan memberikan tempat tinggal yang layak di rumah susun. Cara itu, dinilai pancasilais.

Senada dengan wakilnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Jakarta tidak membutuhkan dana pinjaman tersebut. Pasalnya, Pemprov masih memiliki silpa Rp10 triliun dari pemerintahan sebelumnya.

Jokowi juga tidak ingin dipusingkan dengan dana pinjaman dari World Bank. Pasalnya, persyaratan untuk mendapatkan pinjaman tersbeut sangat rumit dan mantan Wali Kota Solo ini, enggan dibuat pusing dengan permasalahan tersebut.

Tidak hanya itu, lanjut Jokowi, prosedur yang diterapkan Wolrd Bank terkesan lama dan memperlambat proses pembangunan. Karena prosesnya hingga tiga bulan.
(stb)
Berita Terkait
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
F-PDIP Sarankan DKI...
F-PDIP Sarankan DKI Ikuti Jejak Ahok Relokasi Warga Kampung Akuarium ke Rusun Rawa Bebek
Ahok, Gibran, dan Risma...
Ahok, Gibran, dan Risma Masuk Bursa Cagub DKI di Internal PDIP
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved