Dampingi saksi Cebongan, psikolog pun bisa gemetar

Senin, 27 Mei 2013 - 18:39 WIB
Dampingi saksi Cebongan,...
Dampingi saksi Cebongan, psikolog pun bisa gemetar
A A A
Sindonews.com - Rencana saksi kasus penyerangan Lapas Cebongan yang akan bersaksi di persidangan membuat sejumlag psikolog yang melakukan pendampingan merasa tidak nyaman.

Ketua Tim Psikolog, dari Asosiasi Psikolog Forensik (Asifor), Yusti Probowati mengatakan, untuk melihat apakah para saksi kasus tersebut kompenten atau tidak dalam memberikan kesaksiannya, saat ini masih menunggu surat tugas dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Namun, dipastikan surat tersebut akan turun pada minggu-minggu ini juga, agar bisa cepat diputuskan.

"Dalam memberikan assesment, teman-teman psikolog juga merasa tidak nyaman. Karena kita tahu, kasus ini begitu luar biasa," kata dia, dihubungi Senin (27/5/2013) sore tadi.

Tim psikolog tersebut merupakan bentukan dari LPSK, dari Asifor dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himsi). Dalam melakukan pendampingan itu, timnya diambil dari beberapa psikolog dari rumah sakit ternama maupun dari perguruan tinggi.

Para spikolog tersebut ada yang berasal dari, RSUP Sardjito, Bethesda, Panti Rapih, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Mercubuana, Universitas di Surabaya, rumah sakit di Cilacap, dan lainnya.

"Ada 16 psikolog yang nantinya akan melakukan pendampingan," tuturnya.

Seperti yang diketahui, kasus Lapas IIB Cebongan, Sleman, yang berupa eksekusi mati terhadap empat tahanan titipan Polda DIY, terjadi pada bulan Maret lalu. Peristiwa itu dilakukan oleh korps pasukan khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Kartosuro.

Berkasnya sendiri, telah diserahkan ke Odmil II - 11 Yogyakarta, oleh penyidik Denpom IV/Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, sekitar seminggu yang lalu. Berkas tersebut akan segera diserahkan ke Pengadilan Militer II - 11 Yogyakarta, untuk segera dilakukan persidangan.
(ysw)
Berita Terkait
Terpidana Korupsi Pengadaan...
Terpidana Korupsi Pengadaan Lahan SMKN 7 Tangsel Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin
2 Anak Buah Mantan Bupati...
2 Anak Buah Mantan Bupati Muba Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin
PT Semen Tonasa Bantu...
PT Semen Tonasa Bantu Pengadaan Alquran Braille untuk Tunanetra
Tadarus Al Quran Warha...
Tadarus Al Quran Warha Binaan Lapas
Kisah Penyerangan Kabah:...
Kisah Penyerangan Ka'bah: Abrahah Binasa oleh Virus Mematikan
KPK Koordinasi Penanganan...
KPK Koordinasi Penanganan Korupsi Benih Bawang Merah di NTT
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
43 menit yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
2 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
3 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
3 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
4 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
5 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved