Batu Candi di Temanggung mulai diteliti

Rabu, 06 Maret 2013 - 20:29 WIB
Batu Candi di Temanggung...
Batu Candi di Temanggung mulai diteliti
A A A
Sindonews.com - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung melaporkan temuan batu candi ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakal (BP3) Jawa Tengah. Sebelumnya ditemukan benda purbakala di Dusun Bantengan, Desa Kebonsari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olaharaga Kabupaten Temanggung, Subekti Prijono mengatakan, temuan tersebut diprediksikan bentuk menhir dan sarfokagus dari zaman megalitikum. Namun, hal itu masih akan dipastikan setelah dilakukan penelitian di BP3.

“Besok akan dilaporkan ke BP3 untuk mendapatkan rekomendasi,” katanya, ketika dihubungi, Rabu (6/3/2013).

Kesimpulan sementara yang dilakukan tim arkeologis Pemkab Temanggung, batu tersebut merupakan peninggalan zaman prasejarah. Sebanyak lima batu yang ditemukan mengarah pada bentuk bangunan menhir dan sarfokagus dari zaman peradaban batu besar.

“Awalnya ada empat, tapi ternyata ada lima batu yang ditemukan, Ini temuan baru karena sejauh ini tidak ditemukan situs dari zaman prasejarah,” lanjutnya.

Secara rinci, dia menyampaikan, batu pertama merupakan lempengan dengan panjang 150 sentimeter dan tinggi 100 meter. Batu kedua merupakan batu dengan bentuk lempeng dengan bagian atas mendekati bulat dan ada tanda-tanda terpotong. Batu ketiga merupakan batu yang kemungkinan merupakan bagian pangkal dari batu kedua yang terpotong.

Batu keempat, lanjutnya, merupakan batu yang berbentuk segi tiga siku-siku yang merupakan pecahan batu pertama dan batu terakhir berbentuk bulat dan belum diketahui hubungannya dengan keempat batu lainnya.

“Batu kedua dan ketiga adalah bentuk menhir dari megalitik. Dari dugaan itu memperhatikan konteks temuan maka lempengan satu dan empat adalah bagian dari peti kubur atau sarfokagus,” terangnya.

Sementara itu, di lokasi temuan batu-batu tersebut saat ini menjadi objek wisata dadakan, ratusan orang setiap harinya memadati kawasan ini untuk melihat langsung temuan di lahan bengkok Kaur Pemerintahan Desa yang dikelola oleh Sujadi.

Seorang warga setempat, Wagiyah (47) mengatakan, sejumlah warga rela menjaga keberadaan batu tersebut selama 24 jam. Sebab, ada beberapa orang yang melakukan ritual tanpa tujuan yang jelas.

"Kami terpaksa melarangnya. Untuk itu, siang dan malam ada yang jaga," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Penyelamatan Situs Makam...
Penyelamatan Situs Makam Kuno Kerajaan Aceh
10 Peninggalan Kerajaan...
10 Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Masih Ditemui Keberadaannya hingga Sekarang
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Kisah Sri Jayanasa,...
Kisah Sri Jayanasa, Pendiri Kerajaan Sriwijaya yang Membangun Taman Indah
Baru Ditemukan, Situs...
Baru Ditemukan, Situs Kerajaan Mesir Kuno di Gunung Sinai
Candi atau Patirtan,...
Candi atau Patirtan, Situs Gedog Blitar Masih Misteri
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
54 menit yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
1 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
1 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
2 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
2 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved