IJTI Papua kecam kekerasan terhadap wartawati TV

Senin, 04 Maret 2013 - 13:28 WIB
IJTI Papua kecam kekerasan...
IJTI Papua kecam kekerasan terhadap wartawati TV
A A A
Sindonews.com - Insiden kekerasan yang menimpa wartawan kembali terjadi di Papua. Seorang wartawan Paser TV dianiaya ketika sedang melakukan peliputan. Akibat tindakan penganiayaan tersebut, wartawati itu mengalmi luka-luka hingga kandungannya keguguran.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Papua, mengecam dan mengutuk keras tindakan aparat desa yang menganiaya Jurnalis Paser TV, Nurmila Sari Wahyuni (23) saat melakukan peliputan sengketa tanah di Desa Rantau Panjang, Paser, Kalimantan Timur.

Akibat pengeroyokan yang terjadi pada Minggu, 3 Maret 2013 ini, Nurmila Sari Wahyuni menderita luka-luka, dan harus keguguran anak pertamanya. Saat ini Nurmila Sari di rawat di RSUD Panglima Sebaya, Paser, Kalimantan Timur.

Ketua IJTI Papua Richardo Hutaean yang didampingi Kepala Bidang Advokasi dan Kesejahteraan IJTI Papua, Chanry Andrew Suripatty mengatakan, IJTI Papua sangat menyesalkan tindakan oknum aparat desa di wilayah tersebut yang dengan arogan melakukan tindakan penganiayaan terhadap wartawati Paser TV.

"Tindakan (Penganiayaan) itu sangat keji, bagaimana bisa seorang wanita dianiaya hingga mengalami keguguran," ungkap Richardo Hutaean di Papua, Senin (4/3/2013).

IJTI Papua telah menyatukan tekad untuk memprotes dan akan mengadvokasi kasus tersebut.

"IJTI Papua satukan hati, usut tuntas pengeroyokan wartawati Paser TV, dan menuntut aparat desa yang melakukan tindakan biadab ini diproses secara hukum dan dipecat," tegas Richardo Hutaean

Sementara itu Kabid Advokasi Dan Kesejahteraan IJTI Papua, Chanry Andrew Suripatty, mengatakan, pihaknya meminta kepada Pihak Kepolisian setempat untuk segera mengusut kasus tersebut, karena ini merupakan tindakan biadab.

Menurut Chanry, Kepolisian tidak perlu berlama-lama untuk memproses kasus ini, dan menurutnya, pihaknya dalam waktu dekat akan menyurati Presiden SBY untuk meminta ketegasan Presiden untuk melindungi jurnalis di Indonesia.

Diberitakan sebelumnya Peristiwa ini bermula, saat Nurmila Sari Wahyuni ditugaskan Redaksi Paser TV pada minggu 3 Maret 2013 untuk meliput sengketa tanah di Desa Rantau Panjang, Paser, Kalimantan Timur.

Namun, saat berada di lokasi, sejumlah aparat desa meminta Nurmila untuk tidak melakukan peliputan. Bahkan, salah satu aparat melakukan penganiayaan yang berdampak Nurmila menderita luka-luka dan terjatuh.

Pada saat kejadian, Nurmila juga sudah meminta aparat untuk tidak melakukan kekerasan. Namun permintaan itu tidak di tanggapi, hingga terjadi penganiayaan yang berdampak Nurmila menderita luka-luka hingga anak pertama yang dikandungnya keguguran.
(ysw)
Berita Terkait
Wartawan di Pasuruan...
Wartawan di Pasuruan Dikirimi Paket Misterius Diduga Berisi Racun, 3 Hari Kritis Mengalami Kebutaan
Polisi Tetapkan 3 Tersangka...
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penculikan dan Pengeroyokan Wartawan di Karawang
Soroti Kekerasan Terhadap...
Soroti Kekerasan Terhadap Wartawan, Partai Garuda: Mereka Dilindungi UU
Indeks Keselamatan Jurnalis...
Indeks Keselamatan Jurnalis 2023: 45 Persen Wartawan Pernah Alami Tindak Kekerasan
2 Tersangka Kasus Penganiayaan...
2 Tersangka Kasus Penganiayaan Wartawan Diminta Menyerahkan Diri
Penganiayaan Wartawan...
Penganiayaan Wartawan di Madina, IWO Sumut: Bukti Nyata Ancaman Terhadap Dunia Pers
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
29 menit yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
3 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
5 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved