Gara-gara sapi, warga dua desa nyaris bacok-bacokan
Jum'at, 01 Maret 2013 - 11:33 WIB
Gara-gara sapi, warga dua desa nyaris bacok-bacokan
A
A
A
Sindonews.com - Dipicu persoalan sapi, dua warga desa nyaris adu parang di Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggaar Timur. Beruntung sejumlah anggota polisi cepat meleraikan puluhan warga itu.
Kejadian itu bermula saat sapi milik warga Desa Tualene masuk di dalam kebun warga Desa Taunbaen di Kecamatan Biboki Utara. Kondisi itu membuat warga desa Taunbaen melukai sapi yang masuk kebun itu.
Tak terima perlakukan yang menimpa ternaknya, Sekdes Tualene bersama duabelas warganya membawa parang dan menuju warga Taunbaen yang berjarak kurang lebih lima kilometer.
"Beruntung saat kejadian itu ada anggota polisi yang mengetahui kejadian itu langsung turun ke TKP dan menghalau upaya saling serang menggunakan parang tajam," urai Kasubaghumas Polres TTU, Iptu Sefnat Tefa di Kefamenanu, Jumat, (1/3/2013).
Tefa menjelaskan, meskipun warga dua desa itu sama-sama membawa parang dan bertemu disalah satu lokasi antara dua desa itu namun tidak sempat terjadi aksi saling serang.
"Saat itu anggota polisi mengimbau warga agar tidak melakukan aksi itu, wargapun kemudian membubarkan diri, Walaupun warga membubarkan diri, namun polisi tetap berada di lokasi itu untuk mengamankan situasi," tambah Tefa.
Kejadian itu bermula saat sapi milik warga Desa Tualene masuk di dalam kebun warga Desa Taunbaen di Kecamatan Biboki Utara. Kondisi itu membuat warga desa Taunbaen melukai sapi yang masuk kebun itu.
Tak terima perlakukan yang menimpa ternaknya, Sekdes Tualene bersama duabelas warganya membawa parang dan menuju warga Taunbaen yang berjarak kurang lebih lima kilometer.
"Beruntung saat kejadian itu ada anggota polisi yang mengetahui kejadian itu langsung turun ke TKP dan menghalau upaya saling serang menggunakan parang tajam," urai Kasubaghumas Polres TTU, Iptu Sefnat Tefa di Kefamenanu, Jumat, (1/3/2013).
Tefa menjelaskan, meskipun warga dua desa itu sama-sama membawa parang dan bertemu disalah satu lokasi antara dua desa itu namun tidak sempat terjadi aksi saling serang.
"Saat itu anggota polisi mengimbau warga agar tidak melakukan aksi itu, wargapun kemudian membubarkan diri, Walaupun warga membubarkan diri, namun polisi tetap berada di lokasi itu untuk mengamankan situasi," tambah Tefa.
(ysw)