Dinkes Luwu Utara dinilai gagal tangani DBD

Kamis, 28 Februari 2013 - 16:19 WIB
Dinkes Luwu Utara dinilai...
Dinkes Luwu Utara dinilai gagal tangani DBD
A A A
Sindonews.com - Tingginya penyakit menular berupa demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Luwu Utara dinilai sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerhati kesehatan merupakan kegagalan Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) yang sering terjadi dalam dua tahun terakhir.

"KLB DBD di daerah ini merupakan bentuk kegagalan Dinkes dalam mengantisipasi penyakit menular," kata Sekjen Sipakainge Anak Bangsa (SAB) Sulsel AA Hammadiyah, Kamis (28/2/2013).

Menurut dia, penyakit DBD ini merupakan salah satu penyakit yang disebabkan kondisi lingkungan yang kurang bersih.

Diketahui, data kasus DBD yang terjadi di Luwu Utara pada tahun 2011 sebanyak 32 penderita, satu meninggal dunia. Di tahun 2012, ternyata kasus DBD mengalami peningkatan sebanyak 110 kasus, sembilan di antaranya meninggal dunia. Sementara Januari 2013 telah terjadi 61 kasus, dan dua di antaranya meninggal dunia.

"Kendati peningkatan kasus DBD tidak lepas dari pola hidup masyarakat yang kurang sehat," ucapnya.

Sementara Kepala Dinkes Luwu Utara dr Nur Husnah ketika di hubungi mengakui daerah ini endemik DBD disebabkan langganan banjir yang secara otomatis rawan terhadap berbagai macam penyakit menular termasuk DBD.

"Luwu Utara sangat rawan dengan DBD karena merupakan salah satiu daerah di Sulsel yang berlangganan banjir, hal ini diperparah dengan pola hidup masyarakat yang kurang mempertimbangkan kesehatan," ucapnya.

Dia juga mengaku telah melakukan berbagai kegoiatan dianataranya sosialisasi dan program 3M plus.

Sementara Wakil Bupati Luwu Utara Indah Puri Indriani meminta seluruh jajaran Dinkes Luwu Utara untuk aktif melalukan kegiatan sosialisasi melibatkan seluruh stakeholders serta pihak ketiga.

Selain itu, peran pemerintah kecamatan, desa, dan tim kesehatan disetiap Kecamatan serta stakholder terkait sangat diperlukan dalam mengurangi kasus DBD di Kabupaten Luwu Utara.

"Peran aparat pemerintah desa dan tim kesehatan kecamatan memiliki peran yang strategis dalam memberikan penyadaran masyarakat tentang pentingnya PHBS," pungkas dia.
(rsa)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Indonesia Negara dengan...
Indonesia Negara dengan Kasus DBD Tertinggi di Dunia
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
46 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
56 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
2 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
4 jam yang lalu
Infografis
Korea Utara Pamerkan...
Korea Utara Pamerkan Kapal Perang Perusak Berbobot 5 Ribu Ton
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved