Setiap keluarga di Nibung memiliki senjata
Rabu, 27 Februari 2013 - 15:17 WIB
Setiap keluarga di Nibung memiliki senjata
A
A
A
Sindonews.com - Peredaran senjata api rakitan (Senpira) di Kabupaten Musi Rawas (Mura) diduga banyak beredar di masyarakat. Kecamatan Nibung diduga sebagai pemasok sejata api tersebut, lantaran banyak home industri di perbatasan Desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir dengan Jambi yang membuat senjata api rakitan.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0406 Kota Lubuklinggau Kabupaten Musi Rawas (Mura), Letkol CZI Widyo Hartanto mengatakan hampir setiap keluarga di Kecamatan Nibung memiliki senpira tersebut. Senpira tersebut digunakan masyarakat sekitar untuk menjaga diri, tetapi diduga tak jarang digunakan untuk tindak kejahatan.
"Bayangkan di Nibung itu hampir setiap keluarga, tinggal dihitung saja estimasinya sebanyak jumlah pendudukan di Nibung tersebut baik petani maupun berkebun. Karena disana tingkat kejahatannya tinggi, otomatis masyarakat disana mempersenjatai diri, terutama malam hari saat ada pesta," ujar Widyo usai menghadiri acara pemantapan polmas dan launching maklumat Kapolda Sumsel tentang senpi illegal di wilayah hukum Polres Mura, Rabu (27/2/2013).
Menurut Widyo, peredaran senpira di wilayah tersebut berasal dari Desa Pauh.
"Kita pernah melihat di desa Pauh yang masuk kewilayah Sorolangun, Jambi ada home industri pembuatan senjata. Nah disinilah sumbernya peredaran senpira di Mura," jelas dia.
Sementara itu Kapolres Mura, AKBP M Barly Ramdhani menjelaskan peredaran senpira di wilayah Kabupaten Mura sudah menyebar. Bahkan, saat ini pihaknya menduga penyebaran senpira sudah banyak ditangan masyarakat. Sehingga banyak kasus-kasus kejahatan yang menggunakan senpira.
"Rata-rata pelaku kejahatan menggunakan senpira. Karenanya, saya belum bisa mengidentifikasi sebarapa banyak peredaran senpira kendati sudah menyebar ditangan masyarakat," jelas dia.
Barly menambahkan, peredaran senpira bersumber dari daerah perbatasan Jambi dan Ogan Komering Ilir (OKI) sehingga diduga banyak senpira yang masuk.
"Mura ini hanya membeli, belum ada kita temukan home industrinya. Tapi untuk penyebaran senpira sudah menyebar dan mereka membelinya dari daerah perbatasan antara Jambi adapula OKI," pungkasnya.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0406 Kota Lubuklinggau Kabupaten Musi Rawas (Mura), Letkol CZI Widyo Hartanto mengatakan hampir setiap keluarga di Kecamatan Nibung memiliki senpira tersebut. Senpira tersebut digunakan masyarakat sekitar untuk menjaga diri, tetapi diduga tak jarang digunakan untuk tindak kejahatan.
"Bayangkan di Nibung itu hampir setiap keluarga, tinggal dihitung saja estimasinya sebanyak jumlah pendudukan di Nibung tersebut baik petani maupun berkebun. Karena disana tingkat kejahatannya tinggi, otomatis masyarakat disana mempersenjatai diri, terutama malam hari saat ada pesta," ujar Widyo usai menghadiri acara pemantapan polmas dan launching maklumat Kapolda Sumsel tentang senpi illegal di wilayah hukum Polres Mura, Rabu (27/2/2013).
Menurut Widyo, peredaran senpira di wilayah tersebut berasal dari Desa Pauh.
"Kita pernah melihat di desa Pauh yang masuk kewilayah Sorolangun, Jambi ada home industri pembuatan senjata. Nah disinilah sumbernya peredaran senpira di Mura," jelas dia.
Sementara itu Kapolres Mura, AKBP M Barly Ramdhani menjelaskan peredaran senpira di wilayah Kabupaten Mura sudah menyebar. Bahkan, saat ini pihaknya menduga penyebaran senpira sudah banyak ditangan masyarakat. Sehingga banyak kasus-kasus kejahatan yang menggunakan senpira.
"Rata-rata pelaku kejahatan menggunakan senpira. Karenanya, saya belum bisa mengidentifikasi sebarapa banyak peredaran senpira kendati sudah menyebar ditangan masyarakat," jelas dia.
Barly menambahkan, peredaran senpira bersumber dari daerah perbatasan Jambi dan Ogan Komering Ilir (OKI) sehingga diduga banyak senpira yang masuk.
"Mura ini hanya membeli, belum ada kita temukan home industrinya. Tapi untuk penyebaran senpira sudah menyebar dan mereka membelinya dari daerah perbatasan antara Jambi adapula OKI," pungkasnya.
(rsa)