Menko Polhukam: Kami tak akan balas dendam!

Jum'at, 22 Februari 2013 - 18:29 WIB
Menko Polhukam: Kami...
Menko Polhukam: Kami tak akan balas dendam!
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto menegaskan tak akan ada aksi balas dendam dari aparat kepada kelompok bersenjata di Papua yang telah menyerang prajurit TNI hingga tewas pada Kamis 21 Februari 2013 kemarin.

Namun, kata dia, harus ada langkah-langkah yang tepat serta proporsional dalam menyelesaikan permasalahan di Papua tersebut.

"Menyikapi yang kemarin, harus ada langkah-langkah yang tepat, proporsional untuk menyelesaikan tindakan-tindakan seperti ini. Tidak dengan cara-cara pembalasan dendam," ujarnya saat jumpa pers di kantor Presiden usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (22/2/2013).

Maka dari itu, kata dia, tak ada peningkatan status apapun di wilayah Papua, menanggapi aksi penyerangan dari kelompok bersenjata tersebut.

"Tidak ada peningkatan status apapun di wilayah Papua. Akan tetapi, operasi penegakan hukum di Negara manapun, di Indonesia belahan pulau manapun, harus ditegakkan. Sekali lagi tetap pada koridor hukum dan tetap pada ketentuan yang berlaku," ungkapnya.

Seperti diketahui, terjadi dua penyerangan terhadap prajurit TNI oleh kelompok bersenjata pada Kamis 21 Februari 2013 kemarin. Penyerangan pertama terjadi pukul 09.30 WIT terhadap Pos Satgas TNI Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya. Serangan itu mengakibatkan seorang prajurit TNI Pratu Wahyu Bowo (anggota Satgas) tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Serangan diduga dilakukan oleh kelompok pimpinan Goliat Tabuni.

Serangan kedua terjadi pukul 10.30 WIT, di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Sebanyak 10 prajurit TNI anggota Kodim 1714/Puncak Jaya yang sedang dalam tugas dihadang dengan rentetan tembakan. Akibatnya tujuh prajurit, yaitu Sertu Ramadhan, Sertu M Udin, Sertu Frans, Sertu Edi, Praka Jojon, Praka Wemprik dan Pratu Mustofa gugur. Penyerang dilakukan oleh kelompok Murib.

Serangan juga kembali terjadi saat TNI AU melakukan evakuasi di Lapangan Terbang Sinak, Papua Jaya, Jayapura. Saat pesawat Helly Puma menunggu kedatangan dua jenazah, Pesawat Helly Puma ditembaki. Beruntung serangan penembakan tersebut tidak merusak sistem pesawat, sehingga para anggota TNI dapat menyelamatkan diri dengan kembali terbang.
(rsa)
Berita Terkait
Elemen Masyarakat Papua...
Elemen Masyarakat Papua Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian Papua
Dialog Damai dan Bermartabat...
Dialog Damai dan Bermartabat Kunci Atasi Persoalan di Papua
Kepala Suku Adat La...
Kepala Suku Adat La Pago Provinsi: Mari Jaga Kedamaian Papua
Begini Penuturan Panglima...
Begini Penuturan Panglima Perang Adat terkait Kondisi Ilaga
Pasukan TNI-Polri Pukul...
Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Massa yang Bentrok di Jayawijaya
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Berita Terkini
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
38 menit yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
1 jam yang lalu
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
2 jam yang lalu
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
3 jam yang lalu
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
3 jam yang lalu
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved