DPRD desak PT MBI beri gantirugi

Selasa, 19 Februari 2013 - 18:33 WIB
DPRD desak PT MBI beri...
DPRD desak PT MBI beri gantirugi
A A A
Sindonews.com - Sengketa lahan antara warga Desa Dei Selabu, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan PT Musi Banyuasin Indah (MBI) nampaknya sudah menemui jalan keluar. Saat dilakukan pengukuran ulang, lahan yang diklaim milik PT MBI ternyata milik warga.

DPRD Muba yang meninjau langsung pengukuran ulang tersebut meminta agar PT MBI memberi gantirugi kepada warga.

Untuk menyelesaikan sengketa lahan tersebut, DPRD Muba juga datang bersama BPN, Kejari, dan Kepolisian. Berdasarkan peninjauan serta pengukuran lahan yang disengketakan diketahui bahwa titik koordinat yang tertera pada surat tanah milik Suali cs benar. PT BMI selaku pengelola lahan diminta untuk segera melakukan pembayaran atas lahan tersebut.

Ketua Komisi II Darwin AH, mengatakan pihaknya selalu memediasi jika ada keluhan warga. Menurutnya, pihaknya bersama dengan instansi terkait hanya ingin mencari kebenaran atas persoalan yang terjadi antara Suali cs dan PT BMI.

“Dari hasil pemeriksaan serta pengukuran oleh petugas BPN, diketahui bahwa titik koordinat yang tertera pada surat tanah milik Suali cs betul seperti yang diakui. Untuk itu, pada pertemuan selanjutnya pihak PT BMI akan membayar ganti lahan milik Suali cs,” ujarnya di lokasi lahan sengketa, Selasa (19/2/2013).

Hal senada juga, dikatakan anggota Komisi II, H Ahmadi Dausat. Dia mengatakan, persoalan ini muncul berdasarkan pengaduan masyarakat kepada DPRD Muba. Menurutnya, lahan yang dipersoalkan seluas sekira 80 hektare.

"Diketahui lahan itu benar milik warga, jadi tidak ada alasan lagi bagi pihak perusahaan untuk tidak melakukan ganti lahan tersebut. Penijauan dan pengukuran lahan ini juga berdasarkan hasil kesepakatan rapat di Komisi II sebelumnya yang mempertemukan Suali cs dan PT MBI, serta instansi yang kompeten lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Legal Bina Mitra PT MBI Andri Susano, mengatakan, PT MBI merupakan perusahaan takeover dari perusahaan sebelumnya. Perkebunan kelapa sawit tersebut diambil alih oleh PT MBI setalah kebun tersebut jadi.

“Kita tidak menampik dalam proses takeover tersebut terdapat sejumlah lahan warga yang belum selesai pembayaran gantinya oleh perusahaan sebelumnya,” terangnya.

Untuk itu, jelasnya, pihak perusahaan merasa bertanggung jawab terhadap persoalan lahan warga yang belum dibayar telah diselesaikan. PT MBI siap melakukan pembayaran bila berdasarkan hasil pengukuran menerangkan benar jika itu milik warga dan memang belum diganti rugi.
(ysw)
Berita Terkait
Akses Jalan Ditutup,...
Akses Jalan Ditutup, Warga RW 013 Desak CMNP Cari Solusi atau Hadapi Demonstrasi
Gegara Sengketa Lahan,...
Gegara Sengketa Lahan, Warga di Bone Sabit Tetangga Hingga Tewas
Sejumlah Warga Laporkan...
Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penyerobotan Tanah ke Polisi
Korban Penipuan Tanah...
Korban Penipuan Tanah Bingung Tak Diberi Kabar Persidangan
Ganti Rugi Tanah Ulayat...
Ganti Rugi Tanah Ulayat untuk Pembangunan Bandara Siboru Belum Tuntas
Lahan Dicaplok Perusahaan,...
Lahan Dicaplok Perusahaan, Petani Desa Dayun Sambangi Istana Merdeka
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
19 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
29 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
6 jam yang lalu
Infografis
Alasan Sekutu Desak...
Alasan Sekutu Desak NATO Tunjukkan Kekuatan pada Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved