Empatlawang panen jagung

Selasa, 29 Januari 2013 - 16:51 WIB
Empatlawang panen jagung
Empatlawang panen jagung
A A A
Sindonews.com - Petani di wilayah Kabupaten Empatlawang mulai memanen tanaman jagung yang mereka tanam pasca kemarau panjang beberapa waktu lalu.

Menurut para petani alternatif menanam jagung tersebut mereka ambil untuk memanfaatkan lahan yang kekeringan akibat kemarau. Alasannya untuk jenis palawija seperti jagung masa tanam dan panennya lumayan singkat dibandingkan padi.

“Jadi begitu memasuki musim hujan kita menebar benih jagung, dan sekarang sudah mulai ada yang panen,” ujar Jasri, seorang warga Desa Talang Benteng Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empatlawang, Selasa (29/1/2013).

Dia menjelaskan memang tidak semua petani disana adalah petani jagung. Namun sebagai alternatif yang mereka ambil untuk memanfaatkan lahan khususnya persawahan yang selama ini kekeringan akibat kemarau.

Dengan hasil panen yang mencapai empat ton lebih per hektarnya, menurutnya jelas akan dapat menopang perekonomian keluarga, selain hasil berkebun kopi dan bertani padi.

“Memang ada yang khusus bertani jagung, tapi mayoritas adalah padi dan berkebun kopi namun kita memanfaatkan lahan usai kemarau panjang dan hasilnya juga lumayan,” jelasnya.

Senada, Herman warga lain menerangkan saat ini untuk harga jagung perkilogramnya ditingkat petani juga lumayan. Dimana perkilogramnya dihargai Rp2.300 untuk jenis jagung tetel basah dan Rp2.800 perkilogram untuk jagung tetel kering. Untuk harga tersebut menurutnya cukup untuk mengembalikan jerih payah petani selama ini serta akibat lamanya waktu menunggu musim kemarau.

“Rata-rata yang dijual disini jenis jagung tetel kering, karena harganya lebih tinggi,” ujarnya.

Hanya saja menurutnya pola penjemuran atau pengeringannya yang sangat harus dijaga. Karena jika tidak merata akan berakibat kepada kebusukan yang berdampak kepada menurunnya kualitas dan harga. Sehingga selama pengeringan cuaca benar-benar harus mendukung.

“Intinya jangan sampai kehujanan, paling tidak diangin-anginkan agar kadar airnya berkurang,”jelasnya.

Untuk produksi perhektarnya menurut Herman saat ini tergolong baik. Dimana kisaran perhektarnya bisa menghasilkan 5-6 ton jagung siap jual. Meskipun menurutnya dibeberapa daerah lain khususnya di pulau Jawa lebih dari itu.

Namun menurutnya untuk ukuran mereka yang baru mencoba dan belajar otodidak, jumlah tersebut sudah tergolong banyak. Apalagi menurutnya jagung dari kawasan tersebut langsung diminati untuk dibawa ke Palembang dan ke Padang.

“Bagi kami, begitu selesai panen ada yang membeli dan harganya juga lumayan sudah sangat bersyukur,” jelasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Nilai Petani Turun 1,73%,...
Nilai Petani Turun 1,73%, SPI Minta Pemerintah Perluas Subsidi
Pengembangan Korporasi...
Pengembangan Korporasi Kedelai di Grobogan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mulai Sekarang, Jangan...
Mulai Sekarang, Jangan Coba-Coba dengan Pupuk Bersubsidi
Pendapatan Petani di...
Pendapatan Petani di Jepang dengan Petani di Indonesia, Antara Bumi dan Langit
Gelar Pengabdian Masyarakat,...
Gelar Pengabdian Masyarakat, UAI Berhasil Tingkatkan Produktivitas Petani Cibereum
Sektor Pangan Jadi Andalan...
Sektor Pangan Jadi Andalan Menjaga Stabilitas Ekonomi Sosial
Berita Terkini
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
30 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
2 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
9 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved