KPU Jabar kurang perencanaan

Jum'at, 18 Januari 2013 - 15:22 WIB
KPU Jabar kurang perencanaan
KPU Jabar kurang perencanaan
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) dinilai kurang memiliki perencanaan matang hingga terjadi gagal lelang dalam mengadakan surat pemungutan suara Pilgub Jabar 2013.

Menurut Staf ahli Gubernur Jabar Dede Mariana, sebenarnya KPU Jabar pasti tahu lelang pengadaan surat suara harus sesuai Perpres Nomor 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang jasa pemerintah.

"KPU mestinya punya plan A, B, C dalam koridor Perpres 70 Tahun 2012," kata Dede, di Bandung, Jumat (18/1/2013).

Menurutnya, Perpres tersebut mengatur proses lelang, termasuk jika terjadi gagal lelang. Untuk itu, pihaknya meminta supaya KPU meneliti kembali aturan pengadaan surat suara atau barang pemerintah.

Mengenai kemungkinan KPU menunjuk langsung perusahaan untuk mencetak surat suara, Dede menegaskan hal itu tidak bisa sembarangan.

"KPU harus hati-hati. Yang bisa boleh penunjukan kan cuma Rp200 juta saja," katanya.

Penunjukkan, lanjutnya, bisa dilakukan jika KPU gagal lelang hingga tiga kali. Penunjukan langsung dilakukan sesuai pasal-pasal yang diatur Perpres nomor 70 tersebut.

Namun, sebelum memutuskan KPU Jabar juga disarankan (Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah) LKPP sehingga KPU tidak salah dalam mengambil keputusan.

"Karena proses itu gagal lelang mestinya mereka konsultasi ke LKPP, kalau perlu mereka minta pendamping LKPP," sarannya.

Di sisi lain, KPU Jabar diminta menjelaskan kegagalan lelang itu kepada masyarakat atau publik. Sehingga tidak terjadi kecurigaan publik. Dede menyebutkan, sumber dana surat suara dan umumnya penyelenggaraan Pilgub Jabar berasal dari APBD.

"Karena sumbernya APBD, publik berhak tahu gagal itu karena apa," katanya.

Menurutnya, ada dua alasan substansial kenapa lelang bisa gagal, yakni soal administrasi perusahaan dan spesifikasi teknis perusahaan.

Disinggung mengenai makin mendekatnya waktu pelaksanaan pencoblosan, yakni 24 Februari 2013, Dede menyarankan supaya KPU segera berkonsultasi dengan LKPP.
(rsa)
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
Dedi Mulyadi Daftar...
Dedi Mulyadi Daftar Pilgub Jabar 27 Agustus Bareng R1, Apakah Erwan Setiawan?
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Masuk Bursa Pilgub Jabar,...
Masuk Bursa Pilgub Jabar, Cellica Memilih Fokus Bekerja
PDIP Bakal Usung Figur...
PDIP Bakal Usung Figur Kejutan di Pilgub Jabar, Siapa Itu?
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Paslon Cagub Jabar 2024, Ada yang dari SD hingga S3 di Luar Negeri
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
5 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
5 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
7 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
8 jam yang lalu
Infografis
Rusia: UNICEF Anggap...
Rusia: UNICEF Anggap Anak Gaza Kurang Penting Dibanding Anak Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved