KM Anugerah dihantam ombak, 1 ABK hilang

Senin, 14 Januari 2013 - 02:26 WIB
KM Anugerah dihantam...
KM Anugerah dihantam ombak, 1 ABK hilang
A A A
Sindonews.com - Seorang nelayan dikabarkan hilang, setelah Kapal Motor (KM) Anugerah dihantam ombak setinggi empat meter di sekitar perairan Pulau Rakit. Upaya pencarian sudah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil.

Anak buah Kapal KM Anugerah yang dinyatakan hilang, Ato bin Saidin (25) warga Desa Karang Song blok Sawah Sekotak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Korban dinyatakan hilang, setelah dilakukan pencarian oleh rekan-rekan korban sesama nelayan di sekitar lokasi kejadian tanpa membuahkan hasil.

Manager TPI Karang Song Rusmadi mengatakan, KM Anugerah yang dinahkodai Cecep akan pulang menuju lokasi pendaratan ikan di Dermaga Pelabuhan Karang Song. Namun, di sekitar pulau Rakit, kapal dihantam gelombang besar dan pada saat bersamaan korban yang tengah tertidur, terpental dan langsung tercebur ke laut.

"Kejadiannya di sekitar perairan Pulau Rakit. Posisi mau pulang. Korban terpental karena ombak besar. Kami tidak dapat menolong, karena ombaknya cukup besar," jelas Rusmadi, Minggu (13/1/2013).

Melihat kejadian itu, seluruh rekan korban yang berada di atas kapal langsung berinisiatif mencari korban.

"Pencarian dilakukan dengan memutari lokasi kejadian oleh kapal anugerah bersama rekan-rekan korban," kata Rusmadi.

Namun, setelah dilakukan pencarian, korban tidak dapat ditemukan dan dinyatakan hilang. Atas kejadian itu, nahkoda KM Anugerah dan pemilik kapal langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pengurus TPI, kantor pelabuhan dan Polair Indramayu.

Sebelumnya, enam orang nelayan asal Desa Majakerta Kecamatan Indramayu, sempat hilang, setelah gelombang tinggi menenggelamkan perahu "Satria Jaya" di sekitar perairan Indramayu.

Keenam Anak Buah Kapal (ABK) yang sempat hilang, Marsidi (32) yang bertugas sebagai nahkoda, serta lima orang nelayan lain, Darsam (40), Waryono (25), Jono (20), Sriyandi (20) dan Muhadi (25).

Seluruh nelayan yang hilang itu merupakan warga desa Majakerta Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu. Sementara itu, Mustadi (38) nelayan yang tergabung dalam serikat nelayan tradisional (SNT) Kabupaten Indramayu menilai, cuaca buruk yang terjadi saat ini, diharapkan dapat diantisipasi oleh nelayan.

"Kalau memang, kondisinya tidak memungkinkan, nelayan diharapan tidak melaut," katanya.

Tujuannya, untuk menjaga keselamatan dibandingkan harus memaksakan untuk tetap melaut.
(stb)
Berita Terkait
Beberapa Tahapan yang...
Beberapa Tahapan yang Dirasakan Tubuh Saat Meninggal Tenggelam
Hendak Menjala Ikan...
Hendak Menjala Ikan di Bendungan, Pelajar SMP di Bone Tewas Tenggelam
2 Hari Tenggelam di...
2 Hari Tenggelam di Kali Bayur, Musa Ditemukan Meninggal Dunia
Hendak Selfi, Pengunjung...
Hendak Selfi, Pengunjung Pantai Logending Kebumen Tenggelam
Update Operasi Pencarian...
Update Operasi Pencarian Korban Kapal Tenggelam, 42 Orang Belum Ditemukan
Terpeleset, Dua ABG...
Terpeleset, Dua ABG Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi Upper Komering
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah...
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah? Cek di Sini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved