Kapolda Maluku sempat dihadang ribuan warga
Minggu, 30 Desember 2012 - 15:33 WIB
Kapolda Maluku sempat dihadang ribuan warga
A
A
A
Sindonews.com - Saat melakukan penjemputan dalang bentrokan di Kabpaten Seram Bagian Selatan yang menewaskan delapan orang, Kapolda Maluku sempat dihadang ribuan warga Desa Kamariang. Beruntung dengan pendekatan persuasif rombongan Kapolda Maluku yang membawa empat tersangka dibolehkan lewat.
Aparat Polda Maluku bertindak cepat mengusut bentrokan antar warga di Pulau Seram. Sehari pasca bentrokan, empat warga Desa Hualoy diamankan Polda Maluku.
Salah satu warga Desa Hualoy yang ditangkap polisi adalah Kepala Pemuda Desa Hualoy. Mereka diamankan polisi setelah Kapolda Maluku Brigjen Muktiono dan Komandan Korem 151 Binaya, Kolonel Infanteri Asep Kurnaedi melakukan pertemuan dengan warga Hualoy, Minggu (30/12/2012).
"Kita sudah amankan empat orang warga Hualoy termasuk kepala pemudanya. Status mereka sebagai saksi dan terus kita mintai keterangan terkait bentrokan antar warga, proses hukum terus berjalan," kata Kapolda kepada wartawan usai meninjau lokasi bentrokan, Minggu (30/12/2012).
Kapolda menyatakan, pemeriksaan keempat warga tersebut sebagai pintu masuk untuk mengungkap dalang bentrokan antar warga Desa Hualoy, warga Desa Sepa, dan Desa Kamariang.
"Setelah empat orang ini pasti ada lagi yang kita amankan untuk dimintai keterangan. Kami ingin warga dapat membantu kami dengan memberikan keterangan agar masalahnya bisa selesai," katanya.
Keempat warga tersebut dibawa dengan pengawalan ketat aparat Brimob Polda Maluku bersenjata lengkap, dengan dua buah mobil, bersama rombongan Kapolda Maluku.
Rombongan Kapolda sempat dicegat ribuan warga Desa Kamariang di sepanjang jalan desa tersebut menggunakan barikade. Warga Kamariang bersenjata parang dan tombak berusaha mencari setiap mobil yang mengangkut empat warga Hualoy bermaksud menuntut balas kematian warga mereka.
Hal ini sempat membuat suasana tegang antar warga dan aparat keamanan. Beruntung aparat berhasil melakukan pendekatan persuasif sehingga rombongan Kapolda bisa melintasi jalan Desa Kamariang.
Kapolda menambahkan, bentrokan terjadi setelah adanya penghadangan rombongan warga Desa Sepa di kawasan Desa Hualoy pada Sabtu 29 Desember 2012.
Saat itu warga Sepa baru menghadiri pelantikan raja atau kepala desa Kamariang yang memiliki Pela (hubungan saudara) dengan Desa Sepa.
Aparat Polda Maluku bertindak cepat mengusut bentrokan antar warga di Pulau Seram. Sehari pasca bentrokan, empat warga Desa Hualoy diamankan Polda Maluku.
Salah satu warga Desa Hualoy yang ditangkap polisi adalah Kepala Pemuda Desa Hualoy. Mereka diamankan polisi setelah Kapolda Maluku Brigjen Muktiono dan Komandan Korem 151 Binaya, Kolonel Infanteri Asep Kurnaedi melakukan pertemuan dengan warga Hualoy, Minggu (30/12/2012).
"Kita sudah amankan empat orang warga Hualoy termasuk kepala pemudanya. Status mereka sebagai saksi dan terus kita mintai keterangan terkait bentrokan antar warga, proses hukum terus berjalan," kata Kapolda kepada wartawan usai meninjau lokasi bentrokan, Minggu (30/12/2012).
Kapolda menyatakan, pemeriksaan keempat warga tersebut sebagai pintu masuk untuk mengungkap dalang bentrokan antar warga Desa Hualoy, warga Desa Sepa, dan Desa Kamariang.
"Setelah empat orang ini pasti ada lagi yang kita amankan untuk dimintai keterangan. Kami ingin warga dapat membantu kami dengan memberikan keterangan agar masalahnya bisa selesai," katanya.
Keempat warga tersebut dibawa dengan pengawalan ketat aparat Brimob Polda Maluku bersenjata lengkap, dengan dua buah mobil, bersama rombongan Kapolda Maluku.
Rombongan Kapolda sempat dicegat ribuan warga Desa Kamariang di sepanjang jalan desa tersebut menggunakan barikade. Warga Kamariang bersenjata parang dan tombak berusaha mencari setiap mobil yang mengangkut empat warga Hualoy bermaksud menuntut balas kematian warga mereka.
Hal ini sempat membuat suasana tegang antar warga dan aparat keamanan. Beruntung aparat berhasil melakukan pendekatan persuasif sehingga rombongan Kapolda bisa melintasi jalan Desa Kamariang.
Kapolda menambahkan, bentrokan terjadi setelah adanya penghadangan rombongan warga Desa Sepa di kawasan Desa Hualoy pada Sabtu 29 Desember 2012.
Saat itu warga Sepa baru menghadiri pelantikan raja atau kepala desa Kamariang yang memiliki Pela (hubungan saudara) dengan Desa Sepa.
(ysw)