Mabes Polri sebut korban bentrok 5 orang
Minggu, 30 Desember 2012 - 11:56 WIB
Mabes Polri sebut korban bentrok 5 orang
A
A
A
Sindonews.com - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menyebut korban bentrok dua desa di Kabupaten Seram Bagian Barat berjumlah lima orang.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar menerangkan, sejauh ini pihaknya menerima laporan korban bentrokan antara Desa Kamariang dan Desa Hualoy berjumlah lima orang.
"Kami mendapat laporan lima warga tewas dan belasan orang terluka," tegas Boy ketika dihubungi Sindonews.com, Minggu (30/12/2012).
Menurutnya, mengenai penyebab bentrokan tersebut karena masalah serempetan mobil. Pengemudi yang menyerempet sedang mabuk dan tak senang, tak berapa lama kembali dan melakukan penyerangan.
Sebelumnya diberitakan, dua kelompok warga dari Desa Kamariang dan Desa Hualoy Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku terlibat bentrok yang menyebabkan delapan orang tewas.
Persitiwa ini bermula, ketika iring-iringan warga Desa Sepa Kabupaten Maluku Tengah, yang baru menghadiri pelantikan Raja (Kepala Desa) Kamariang, pulang melewati Desa Hualoy dicegat warga setempat.
Tidak terima dengan bentrokan, akhirnya kedua kubu tersebut saling serang. Aksi tersebut dipicu dendam karena saat warga Desa Hualoy menghadiri pelantikan Raja Kamariang pada Jumat 28 Desember 2012, ada warga Hualoy yang dipukul.
Desa Sepa dan Desa Kamariang sendiri memiliki hubungan Pela dan Gandong (hubungan persaudaraan Islam Kristen sejak jaman dulu). Karena itulah, warga Hualoy menjaga rombongan warga Sepa, saudara Desa Kamariang yang hendak pulang ke desanya.
Karena tidak terima warganya dihajar warga Desa Hualoy, warga Kamariang langsung menyerang warga Desa Hualoy, hingga terjadi bentrokan berdarah.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar menerangkan, sejauh ini pihaknya menerima laporan korban bentrokan antara Desa Kamariang dan Desa Hualoy berjumlah lima orang.
"Kami mendapat laporan lima warga tewas dan belasan orang terluka," tegas Boy ketika dihubungi Sindonews.com, Minggu (30/12/2012).
Menurutnya, mengenai penyebab bentrokan tersebut karena masalah serempetan mobil. Pengemudi yang menyerempet sedang mabuk dan tak senang, tak berapa lama kembali dan melakukan penyerangan.
Sebelumnya diberitakan, dua kelompok warga dari Desa Kamariang dan Desa Hualoy Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku terlibat bentrok yang menyebabkan delapan orang tewas.
Persitiwa ini bermula, ketika iring-iringan warga Desa Sepa Kabupaten Maluku Tengah, yang baru menghadiri pelantikan Raja (Kepala Desa) Kamariang, pulang melewati Desa Hualoy dicegat warga setempat.
Tidak terima dengan bentrokan, akhirnya kedua kubu tersebut saling serang. Aksi tersebut dipicu dendam karena saat warga Desa Hualoy menghadiri pelantikan Raja Kamariang pada Jumat 28 Desember 2012, ada warga Hualoy yang dipukul.
Desa Sepa dan Desa Kamariang sendiri memiliki hubungan Pela dan Gandong (hubungan persaudaraan Islam Kristen sejak jaman dulu). Karena itulah, warga Hualoy menjaga rombongan warga Sepa, saudara Desa Kamariang yang hendak pulang ke desanya.
Karena tidak terima warganya dihajar warga Desa Hualoy, warga Kamariang langsung menyerang warga Desa Hualoy, hingga terjadi bentrokan berdarah.
(ysw)