400 personel polisi berjaga di Desa Kamariang & Hualoy
Minggu, 30 Desember 2012 - 10:27 WIB
400 personel polisi berjaga di Desa Kamariang & Hualoy
A
A
A
Sindonews.com - Untuk meredam bentrok susulan antara Desa Kamariang dan Desa Hualoy di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, P0lisi Daerah (Polda) Maluku langsung menurunkan 400 polisi ke desa yang sedang konflik tersebut.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar menerangkan, sementara ini belum ada pasukan tambahan yang dikirim ke Kabupaten Seram.
"Belum ada penambahan pasukan karena sudah bisa ditangani Polda Maluku," ujar Boy ketika dihubungi Sindonews.com, Minggu (30/12/2012).
Agar tidak terjadi bentrok susulan, lanjut Boy, saat ini sudah ada 400 anggota Polisi dari Polda Maluku yang berjaga. Kapolda Maluku juga sudah di lokasi untuk meredam ketegangan antar dua desa tersebut.
"Polda Maluku sudah menangani langsung bentrokan. Saat ini Kapolda Maluku coba menenangkan masyarakat dan melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat kedua desa," terangnya.
Mengenai kondisi terkini di Desa Kamariang dan Desa Hualoy, Boy mengatakan, kondisinya mulai tenang.
Sebelumnya diberitakan, dua desa di Kabupaten Seram terlibat bentrokan berdarah yang menyebabkan delapan orang tewas. Delapan orang tewas merupakan, enam warga Desa Sepa dan dua warga Kamariang.
Menurut Direskrim Polda Maluku Kombes SG Manik, bentrokan terjadi setelah adanya penghadangan terhadap warga yang baru pulang menghadiri pelantikan Raja Kamariang. Warga yang menghadang marah, karena ada warga yang dipukul saat pelantikan raja tersebut.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar menerangkan, sementara ini belum ada pasukan tambahan yang dikirim ke Kabupaten Seram.
"Belum ada penambahan pasukan karena sudah bisa ditangani Polda Maluku," ujar Boy ketika dihubungi Sindonews.com, Minggu (30/12/2012).
Agar tidak terjadi bentrok susulan, lanjut Boy, saat ini sudah ada 400 anggota Polisi dari Polda Maluku yang berjaga. Kapolda Maluku juga sudah di lokasi untuk meredam ketegangan antar dua desa tersebut.
"Polda Maluku sudah menangani langsung bentrokan. Saat ini Kapolda Maluku coba menenangkan masyarakat dan melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat kedua desa," terangnya.
Mengenai kondisi terkini di Desa Kamariang dan Desa Hualoy, Boy mengatakan, kondisinya mulai tenang.
Sebelumnya diberitakan, dua desa di Kabupaten Seram terlibat bentrokan berdarah yang menyebabkan delapan orang tewas. Delapan orang tewas merupakan, enam warga Desa Sepa dan dua warga Kamariang.
Menurut Direskrim Polda Maluku Kombes SG Manik, bentrokan terjadi setelah adanya penghadangan terhadap warga yang baru pulang menghadiri pelantikan Raja Kamariang. Warga yang menghadang marah, karena ada warga yang dipukul saat pelantikan raja tersebut.
(ysw)