Anak korban Pohon Juar diasuh Pemkab Lahat
Rabu, 26 Desember 2012 - 17:13 WIB
Anak korban Pohon Juar diasuh Pemkab Lahat
A
A
A
Sindonews.com - Tumbangnya pohon Juar berusia diatas 100 tahun yang berada di pinggiran Lematang yang menewaskan pasangan suami istri, Pelda Maspuriansyah (44), dan Kurnia (40), warga Jalan Kawasan Benteng Letnan A Hamzah, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Kota Lahat, sekitar pukul 01.30 WIB, pada Selasa 25 Desember 2012 lalu masih menyisakan pedih mendalam.
Dengan tewasnya kedua orang tua bagi kelima anak korban tersebut, Pemkab Lahat bersama Kodim 0405 Lahat siap mengasuh mereka. Bupati Lahat, Saifudin Aswari Rivai mengaku prihatin dengan kondisi yang menimpat keluarga korban. Terlebih lagi, kedua korban meninggalkan anak anak yang masih kecil.
“Hanya satu yang masih berumur 19 tahun, dan itu perempuan,” jelasnya di kantor Pemkab kemarin.
Menurutnya, Pemkab Lahat siap merangkul dan membantu biaya kehidupan serta beasiswa bagi anak anak korban. “Kita siap bantu. Dananya akan kita anggarkan,” tegas dia.
Mengenai kondisi pohon sendiri, Aswari tidak bisa memprediksinya. Meski jumlah pohon besar yang ada di sekitar Lematang Benteng banyak, sebagian besar berumur lebih diatas seratus tahun. “Ternyata kondisi pohon sudah keropos dibagian dalam. Memang secara harfiah jika kita lihat dari kasat mata, masih tegar dan kokoh berdiri,” ujarnya.
Kendati demikian, Aswari mengaku memiliki solusi terbaik agar peristiwa memilukan tersebut tidak kembali terjadi. Wacana untuk menebang semua pohon pohon besar tersebut dinilainya tidak tepat mengingat pohon jenis Juar tersebut merupakan aset daerah yang mahal. “Pasti akan banyak menuai persoalan jika kita menebangnya,” kata dia.
Menurutnya, upaya untuk mensterilkan daerah tersebut dari pemukiman serta aktivitas padat memang menjadi pilihan terbaik. Termasuk untuk merelokasi bangunan bangunan yang ada di bawah pohon pohon besar.
“Keinginan kita memang hendak menjadikan lokasi tersebut sebagai daerah wisata sungai. Jangan sampai ada lagi bangunan-bangunan. Ini pelajaran berharga bagi kita dan menuntut agar kita hati hati,” imbaunya.
Terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0405 Lahat, Letkol Inf Ridwan Khairul Anwar melalui Perwira Seksi (Pasi) Intelijen Kapten Samran S mengaku semua hak almarhum Maspurliansyah akan jatuh kepada ahli warisnya. Termasuk memberikan gaji secara penuh.
Hanya saja, kelima anak anak korban memang diketahui belum memiliki KTP. “Untuk sementara, kita buka rekening baru, atas nama salah satu anak korban. Dengan demikian, uang tersebut tidak menyimpang dan benar benar digunakan untuk keperluan kelimanya,” ujar Samran.
Kodim juga menampung kelima anak korban di perumahan Kodim Lapangan Eks MTQ Seganti Setungguan mengingat kediaman mereka telah luluhlantak akibat pohon yang memiliki diameter 2 meter dan tinggi 11 meter tersebut.
“Kita tampung di sebuah rumah tepat disamping rumah Dandim. Itikad kita juga rencananya hendak membimbing anak kedua korban untuk masuk ke seleksi anggota TNI,” tegas dia.
Samran menjelaskan, akibat peristiwa tersebut, sebanyak tiga unit rumah milik korban Pelda Maspurliansya, rumah Firman (bengkel mobil), rumah Ibrahim satu uni mobil daihatsu lsx BG 1801 QW (firman) serta satu unit SPM yamaha jenis jupiter Z BG 5646 EJ hancur.
Beruntung, kelima anak korban yakni Novia Fitri (19), Edo Renaldo (17), Reno Renaldo, Siska (10), dan Helen (5), berhasil luput dari hantaman pohon.
“Pohon itu sudah keropos dibagian tengahnya. Kita imbau kepada Pemkab Lahat untuk melakukan peremajaan mengingat peristiwa serupa sudah terjadi dua kali dan sempat menghilangkan nyawa,” ujarnya.
Samran menjelaskan, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Pelda Maspurliansyah sempat sempat dilarikan dan mendapat perawatan RSUD Lahat. Sedangkan sang istri Kurnia, nyawanya sudah tak tertolong lagi ketika berhasil dievakuasi dari reruntuhan rumahnya. “Kedua korban sudah dimakamkan di Desa Jaga Bayah Kecamatan Kikim Selatan,” pungkasnya.
Dengan tewasnya kedua orang tua bagi kelima anak korban tersebut, Pemkab Lahat bersama Kodim 0405 Lahat siap mengasuh mereka. Bupati Lahat, Saifudin Aswari Rivai mengaku prihatin dengan kondisi yang menimpat keluarga korban. Terlebih lagi, kedua korban meninggalkan anak anak yang masih kecil.
“Hanya satu yang masih berumur 19 tahun, dan itu perempuan,” jelasnya di kantor Pemkab kemarin.
Menurutnya, Pemkab Lahat siap merangkul dan membantu biaya kehidupan serta beasiswa bagi anak anak korban. “Kita siap bantu. Dananya akan kita anggarkan,” tegas dia.
Mengenai kondisi pohon sendiri, Aswari tidak bisa memprediksinya. Meski jumlah pohon besar yang ada di sekitar Lematang Benteng banyak, sebagian besar berumur lebih diatas seratus tahun. “Ternyata kondisi pohon sudah keropos dibagian dalam. Memang secara harfiah jika kita lihat dari kasat mata, masih tegar dan kokoh berdiri,” ujarnya.
Kendati demikian, Aswari mengaku memiliki solusi terbaik agar peristiwa memilukan tersebut tidak kembali terjadi. Wacana untuk menebang semua pohon pohon besar tersebut dinilainya tidak tepat mengingat pohon jenis Juar tersebut merupakan aset daerah yang mahal. “Pasti akan banyak menuai persoalan jika kita menebangnya,” kata dia.
Menurutnya, upaya untuk mensterilkan daerah tersebut dari pemukiman serta aktivitas padat memang menjadi pilihan terbaik. Termasuk untuk merelokasi bangunan bangunan yang ada di bawah pohon pohon besar.
“Keinginan kita memang hendak menjadikan lokasi tersebut sebagai daerah wisata sungai. Jangan sampai ada lagi bangunan-bangunan. Ini pelajaran berharga bagi kita dan menuntut agar kita hati hati,” imbaunya.
Terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0405 Lahat, Letkol Inf Ridwan Khairul Anwar melalui Perwira Seksi (Pasi) Intelijen Kapten Samran S mengaku semua hak almarhum Maspurliansyah akan jatuh kepada ahli warisnya. Termasuk memberikan gaji secara penuh.
Hanya saja, kelima anak anak korban memang diketahui belum memiliki KTP. “Untuk sementara, kita buka rekening baru, atas nama salah satu anak korban. Dengan demikian, uang tersebut tidak menyimpang dan benar benar digunakan untuk keperluan kelimanya,” ujar Samran.
Kodim juga menampung kelima anak korban di perumahan Kodim Lapangan Eks MTQ Seganti Setungguan mengingat kediaman mereka telah luluhlantak akibat pohon yang memiliki diameter 2 meter dan tinggi 11 meter tersebut.
“Kita tampung di sebuah rumah tepat disamping rumah Dandim. Itikad kita juga rencananya hendak membimbing anak kedua korban untuk masuk ke seleksi anggota TNI,” tegas dia.
Samran menjelaskan, akibat peristiwa tersebut, sebanyak tiga unit rumah milik korban Pelda Maspurliansya, rumah Firman (bengkel mobil), rumah Ibrahim satu uni mobil daihatsu lsx BG 1801 QW (firman) serta satu unit SPM yamaha jenis jupiter Z BG 5646 EJ hancur.
Beruntung, kelima anak korban yakni Novia Fitri (19), Edo Renaldo (17), Reno Renaldo, Siska (10), dan Helen (5), berhasil luput dari hantaman pohon.
“Pohon itu sudah keropos dibagian tengahnya. Kita imbau kepada Pemkab Lahat untuk melakukan peremajaan mengingat peristiwa serupa sudah terjadi dua kali dan sempat menghilangkan nyawa,” ujarnya.
Samran menjelaskan, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Pelda Maspurliansyah sempat sempat dilarikan dan mendapat perawatan RSUD Lahat. Sedangkan sang istri Kurnia, nyawanya sudah tak tertolong lagi ketika berhasil dievakuasi dari reruntuhan rumahnya. “Kedua korban sudah dimakamkan di Desa Jaga Bayah Kecamatan Kikim Selatan,” pungkasnya.
(san)