Naik taksi ABG diculik dan dirampok
Selasa, 25 Desember 2012 - 17:33 WIB
Naik taksi ABG diculik dan dirampok
A
A
A
Sindonews.com – Nasip nahas menimpa Anis Muwafaq (18). Pasalnya, arga Jalan Vitara No7, RT03/16, Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok baru saja menjadi korban perampokan di dalam taksi. Beruntung, nyawa korban masih selamat.
Akibat dari aksi perampokan tersebut, korban menderita kerugian Rp300 ribu, handpon Blackberry Torch merah dan beberapa kartu ATM.
Peristiwa perampokan ini terjadi, saat korban yang masih duduk di bangku kelas III SLTA hendak pulang ke Semarang bersama kakaknya kemarin malam. Namun, sang kakak menunggu korban di Tol Jati Asih, Bekasi.
Lantaran tidak ada bus, korban pergi ke Tol Jati Asih, Bekasi dengan menggunakan Taksiku yang dikemudikan oleh Deni F (30).
Tanpa curiga, korban naik taksi tersebut dari ITC Depok. Layaknya pengemudi taksi biasa, sopir pun membawanya berkeliling selama tiga jam menuju Citereup, Bogor.
Korban yang tidak curiga, sempat terlelap tidur di kursi belakang. Tiba-tiba taksi tersebut berhenti di pinggir jalan sepi, dan pelaku langsung mengambil pisau dapur di bawah jok mobil dan menempelkannya di bagian dada serta mencekik leher.
Kemudian, pelaku mengikat tangannya dengan sabuk pengaman, serta menimpanya dengan sandaran jok depan bagian kiri.
Selanjutnya, korban kembali diajak pelaku berkeliling selama setengah jam.
Pelaku membawanya ke sebuah lokasi keramaian yang ada di Jalan Raya Bogor. Di tempat itu, dirinya mendengar percakapan pelaku dengan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
"Pelakunya bilang sama saya uang itu untuk operasi bapaknya di rumah sakit. Saya pura-pura tidur saat mereka berdua bicara. Nah, saya coba buka ikatan tangan dan berhasil. Habis itu saya buka pintu dan teriak kencang," ungkapnya.
Pelaku sempat membawa tas miliknya yang berisi barang berharga. Seperti, uang tunai Rp300 ribu, hp Blackberry Torch merah, beberapa kartu ATM.
Sementara itu, Kapolres Depok AKBP Achmad Kartiko membantah jika peristiwa tersebut disebut penculikan. Ia menegaskan, peristiwa tersebut merupakan perampokan. Sementara pelaku masih dalam pelarian alias buron.
"Bukan penculikan tapi perampokan, jadi korban dibawa berputar-putar, dikuras hartanya, dan dibuang di wilayah Bogor. Sopir taksi gadungan atau tidak, masih kami selidiki dan kami kejar," tegas Achmad.
Akibat dari aksi perampokan tersebut, korban menderita kerugian Rp300 ribu, handpon Blackberry Torch merah dan beberapa kartu ATM.
Peristiwa perampokan ini terjadi, saat korban yang masih duduk di bangku kelas III SLTA hendak pulang ke Semarang bersama kakaknya kemarin malam. Namun, sang kakak menunggu korban di Tol Jati Asih, Bekasi.
Lantaran tidak ada bus, korban pergi ke Tol Jati Asih, Bekasi dengan menggunakan Taksiku yang dikemudikan oleh Deni F (30).
Tanpa curiga, korban naik taksi tersebut dari ITC Depok. Layaknya pengemudi taksi biasa, sopir pun membawanya berkeliling selama tiga jam menuju Citereup, Bogor.
Korban yang tidak curiga, sempat terlelap tidur di kursi belakang. Tiba-tiba taksi tersebut berhenti di pinggir jalan sepi, dan pelaku langsung mengambil pisau dapur di bawah jok mobil dan menempelkannya di bagian dada serta mencekik leher.
Kemudian, pelaku mengikat tangannya dengan sabuk pengaman, serta menimpanya dengan sandaran jok depan bagian kiri.
Selanjutnya, korban kembali diajak pelaku berkeliling selama setengah jam.
Pelaku membawanya ke sebuah lokasi keramaian yang ada di Jalan Raya Bogor. Di tempat itu, dirinya mendengar percakapan pelaku dengan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
"Pelakunya bilang sama saya uang itu untuk operasi bapaknya di rumah sakit. Saya pura-pura tidur saat mereka berdua bicara. Nah, saya coba buka ikatan tangan dan berhasil. Habis itu saya buka pintu dan teriak kencang," ungkapnya.
Pelaku sempat membawa tas miliknya yang berisi barang berharga. Seperti, uang tunai Rp300 ribu, hp Blackberry Torch merah, beberapa kartu ATM.
Sementara itu, Kapolres Depok AKBP Achmad Kartiko membantah jika peristiwa tersebut disebut penculikan. Ia menegaskan, peristiwa tersebut merupakan perampokan. Sementara pelaku masih dalam pelarian alias buron.
"Bukan penculikan tapi perampokan, jadi korban dibawa berputar-putar, dikuras hartanya, dan dibuang di wilayah Bogor. Sopir taksi gadungan atau tidak, masih kami selidiki dan kami kejar," tegas Achmad.
(stb)