Dinas Pasar Depok buru pengoplos daging babi
Jum'at, 21 Desember 2012 - 16:21 WIB
Dinas Pasar Depok buru pengoplos daging babi
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Pasar, Koperasi dan UMKM Kota Depok terus mengejar pelaku intelektual dalam kasus peredaran daging sapi oplosan di Depok.
Kepala Dinas Pasar, Koperasi, dan UMKM Kota Depok Herman Hidayat memastikan otak intelektual tersebut bukan berasal dari Depok.
"Sampai saat ini kami masih mencari otaknya," katanya kepada wartawan, Jumat (21/12/12).
Herman mengaku, pihaknya sudah membuat tim khusus yang berkoordinasi langsung dengan bidang kebersihan pasar dinasnya.
Tim melacak pemasoknya dengan memakai pelaku penjualan yang telah tertanggakap pada awal bulan lalu.
"Sedang dilacak, datanya sudah kami kumpulin bersama satu pedagang di Depok," katanya.
Menurut Herman, sampai saat ini pihaknya masih bekerja di lapangan. Namun, dia mengaku belum melakukan kerjasama dengan polisi maupun Pemerintah Jakarta Selatan.
Masalah kerjasama itu, Dinasnya menyerahkan kepada tim yang bekerja.
"Itu urusan bidangnya, namun saya belum dapat laporan apakah sudah memakai polisi atau enggak," imbuhnya.
Herman menegaskan, masalah daging oplosan ini tetap akan mereka usut tuntas. Pasalnya, saat ini masalah itu sudah meresahkan masyarakat luas.
"Saya sudah meminta melakukan pengusutan lebih lanjut," tandasnya.
Sebelumnya Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kota Depok mulai mengungkap daging sapi oplosan daging babi pada 21 November lalu.
Awalnya terungkap dari laporan pedagang yang membawa serta sample daging oplosan itu.
Setelah dikembangkan, Dinas Peternakan, Pertanian, dan Perikanan Kota Depok berhasil menangkap dua orang pelaku, satu diantaranya merupakan pedagang dari Cilandak Jakarta Selatan.
Kedua pelaku mengaku mendapat pasokan dari Jakarta Selatan dan bersedia kerjasama dengan pemerintah depok mengungkap pemasoknya.
Kepala Dinas Pasar, Koperasi, dan UMKM Kota Depok Herman Hidayat memastikan otak intelektual tersebut bukan berasal dari Depok.
"Sampai saat ini kami masih mencari otaknya," katanya kepada wartawan, Jumat (21/12/12).
Herman mengaku, pihaknya sudah membuat tim khusus yang berkoordinasi langsung dengan bidang kebersihan pasar dinasnya.
Tim melacak pemasoknya dengan memakai pelaku penjualan yang telah tertanggakap pada awal bulan lalu.
"Sedang dilacak, datanya sudah kami kumpulin bersama satu pedagang di Depok," katanya.
Menurut Herman, sampai saat ini pihaknya masih bekerja di lapangan. Namun, dia mengaku belum melakukan kerjasama dengan polisi maupun Pemerintah Jakarta Selatan.
Masalah kerjasama itu, Dinasnya menyerahkan kepada tim yang bekerja.
"Itu urusan bidangnya, namun saya belum dapat laporan apakah sudah memakai polisi atau enggak," imbuhnya.
Herman menegaskan, masalah daging oplosan ini tetap akan mereka usut tuntas. Pasalnya, saat ini masalah itu sudah meresahkan masyarakat luas.
"Saya sudah meminta melakukan pengusutan lebih lanjut," tandasnya.
Sebelumnya Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kota Depok mulai mengungkap daging sapi oplosan daging babi pada 21 November lalu.
Awalnya terungkap dari laporan pedagang yang membawa serta sample daging oplosan itu.
Setelah dikembangkan, Dinas Peternakan, Pertanian, dan Perikanan Kota Depok berhasil menangkap dua orang pelaku, satu diantaranya merupakan pedagang dari Cilandak Jakarta Selatan.
Kedua pelaku mengaku mendapat pasokan dari Jakarta Selatan dan bersedia kerjasama dengan pemerintah depok mengungkap pemasoknya.
(stb)