Jalan pegunungan Majene masih berpotensi longsor

Rabu, 19 Desember 2012 - 20:09 WIB
Jalan pegunungan Majene...
Jalan pegunungan Majene masih berpotensi longsor
A A A
Sindonews.com - Material longsor di jalur trans Sulawesi Barat (Sulbar) yang menghubungkan dua provinsi tetangga yakni Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terjadi akhir pekan lalu, kini berhasil di singkirkan. Akses transportasi dari dua arah berangsur normal.

Meski demikian, para pengguna jalan yang melintas harus tetap waspada dan hati-hati saat melintas di jalur yang sempat menutup akses kendaraan hingga belasan jam itu. Sebab, potensi untuk terjadinya
longsor susulan masih ada. Terlebih jika hujan kembali mengguyur wilayah itu.

Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan wilayah Sulawesi, Romul Parewasi mengatakan, yang paling penting dalam peroalan ini adalah berupaya agar akses kendaraan dari dua arah bisa tembus dulu. Walaupun untuk sementara ini masih satu jalur, sebab material longsor sangat banyak, ditambah lagi batuan besar.

“Untuk membersihkan seluruh material longsor sulit sekali bisa dilakukan dengan cepat. Material longsor beruoa batu di badan jalan yang jatuh dari tebing berukuran besar, sehingga sulit untuk
disingkirkan dengan cara didorong” ujar Romul.

Menurut dia, yang paling penting adalah jalan sudah tembus dulu. Setelah ini, pihaknya akan mengerahkan alat berat jenis lain untuk memecahkan batu besar yang berada di jalan.

“Karena jalur yang terbuka masih satu jalur, petugas melakukan sistem buka tutup atau kendaraan
secara bergantian untuk lewat di jalan bekas titik longsor,” jelasnya.

Semenetara itu, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Arifin Nurdin meminta Balai Besar Jalan Jembatan dan dinas PU Sulbar untuk menyiagakan alat berat di sekitar lokasi. Sebab, jalan trans di daerah kecamatan Tubo Sendana sudah beberapa kali dilanda longsor bahkan pernah memakan korban jiwa pertengah tahun silam.

Apalagi, kata dia, disaat musim hujan seperti sekarang, alat berat perlu siaga di daerah yang sudah berkali – kali dilanda longsor.

“Ini agar penanganan pasca longsor bisa lebih cepat. Kasihan waktu longsor, warga harus menunggu hingga belasan jam menuggu pembersihan,” tandas Arifin di Majene.

Sebelumnya, pada Sabtu, 15 Desember 2012, longsor terjadi di wilayah Kecamatan Tubo dan mengakibatkan akses kendaraan di jalan terputus. Longsor itu sendiri terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu hampir dua malam.
(rsa)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Berita Terkini
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
24 menit yang lalu
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
2 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
3 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
6 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
6 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
6 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved