Aher tuding Australia penyebar flu burung
Rabu, 19 Desember 2012 - 15:21 WIB
Aher tuding Australia penyebar flu burung
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menuding Australia sebagai penyebab penyebaran virus flu burung yang masuk ke Indonesia.
Hal itu menanggapi maraknya kasus itik dan unggas di Jawa Barat yang mati mendadak akibat dugaan virus flu burung. Sejumlah daerah tersebut diketahui adalah Bogor dan Sukabumi. Menurutnya, untuk menghentikan dan memutus mata rantai penyebaran virus flu burung, pemerintah harus menghentikan impor unggas.
"Ada memang kasus flu burung, memang harus hentikan impor itik dan unggas, selama ini itu dari Autralia kan, dikhawatirkan dari situ munculnya," tukasnya kepada wartawan, di Depok, Rabu (19/12/12).
Heryawan menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan antisipasi tiap tahun untuk memutus penyebaran virus flu burung yang biasa terjadi setiap musim hujan. Terutama, lanjutnya, saat ada unggas mati mendadak.
"Selalu ada antisipasi kalau unggas dan itik mati mendadak tanpa sebab," paparnya.
Namun, saat ini Heryawan mengaku belum melakukan tindakan khusus menangani kasus tersebut.
"Ada antisipasi, mudah-mudahan tak melebar kemana-mana. Sudah ada itik mati mendadak, dari media saya baca sudah ada, tapi belum ada tindakan khusus karena kejadiannya juga baru," tandasnya.
Hal itu menanggapi maraknya kasus itik dan unggas di Jawa Barat yang mati mendadak akibat dugaan virus flu burung. Sejumlah daerah tersebut diketahui adalah Bogor dan Sukabumi. Menurutnya, untuk menghentikan dan memutus mata rantai penyebaran virus flu burung, pemerintah harus menghentikan impor unggas.
"Ada memang kasus flu burung, memang harus hentikan impor itik dan unggas, selama ini itu dari Autralia kan, dikhawatirkan dari situ munculnya," tukasnya kepada wartawan, di Depok, Rabu (19/12/12).
Heryawan menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan antisipasi tiap tahun untuk memutus penyebaran virus flu burung yang biasa terjadi setiap musim hujan. Terutama, lanjutnya, saat ada unggas mati mendadak.
"Selalu ada antisipasi kalau unggas dan itik mati mendadak tanpa sebab," paparnya.
Namun, saat ini Heryawan mengaku belum melakukan tindakan khusus menangani kasus tersebut.
"Ada antisipasi, mudah-mudahan tak melebar kemana-mana. Sudah ada itik mati mendadak, dari media saya baca sudah ada, tapi belum ada tindakan khusus karena kejadiannya juga baru," tandasnya.
(rsa)