Mandi di sungai, dua siswa tewas tenggelam
Rabu, 19 Desember 2012 - 09:45 WIB
Mandi di sungai, dua siswa tewas tenggelam
A
A
A
Sindonews.com - Diduga keasyikan mandi bersama rekannya di kali usai pulang sekolah, dua siswa tewas tenggelam di Kali Baun, Desa Letmafo Timur, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Dua siswa ini masing-masing Meky (8) dan Rangga (7), siswa SDK Nunbai, bersama beberapa rekannya mandi di kali usai pulang dari sekolah. Kemungkinan mereka tak bisa berenang, akhirnya mereka berdua tewas tenggelam di dasar sungai sedalam empat meter.
"Beberapa rekannya lari ketakutan begitu melihat teman mereka sudah tenggelam, beruntung ada yang berlari ke arah perkampungan dan memberi informasi," kata Damianus warga sekitar saat dihubungi, Rabu (19/12/2012)
Damianus menjelaskan, warga yang mengetahui hal itu berlari ingin menolong namun keduanya ditemukan sudah tak bernyawa lagi.
"Saat pencarian jasad Meky berhasil ditemukan terlebih dahulu, sementara jasad Rangga baru berhasil dievakuasi dua jam kemudian, di dasar sungai," paparnya
Hingga saat ini, pihak keluarga enggan membawa jasad anak mereka untuk diotopsi, jasad bocah yang masih duduk di kelas I dan II ini akhirnya disemayamkan di rumah duka di Desa Letmafo Timur.
Dua siswa ini masing-masing Meky (8) dan Rangga (7), siswa SDK Nunbai, bersama beberapa rekannya mandi di kali usai pulang dari sekolah. Kemungkinan mereka tak bisa berenang, akhirnya mereka berdua tewas tenggelam di dasar sungai sedalam empat meter.
"Beberapa rekannya lari ketakutan begitu melihat teman mereka sudah tenggelam, beruntung ada yang berlari ke arah perkampungan dan memberi informasi," kata Damianus warga sekitar saat dihubungi, Rabu (19/12/2012)
Damianus menjelaskan, warga yang mengetahui hal itu berlari ingin menolong namun keduanya ditemukan sudah tak bernyawa lagi.
"Saat pencarian jasad Meky berhasil ditemukan terlebih dahulu, sementara jasad Rangga baru berhasil dievakuasi dua jam kemudian, di dasar sungai," paparnya
Hingga saat ini, pihak keluarga enggan membawa jasad anak mereka untuk diotopsi, jasad bocah yang masih duduk di kelas I dan II ini akhirnya disemayamkan di rumah duka di Desa Letmafo Timur.
(ysw)