Nagih utang, pemuda dihajar polisi mabuk
Senin, 17 Desember 2012 - 12:46 WIB
Nagih utang, pemuda dihajar polisi mabuk
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pemuda warga Kelurahan Bansone Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), muntah darah dianiaya oknum polisi Brigpol YM asal Polres TTU.
Setelah dianiaya oleh oknum polisi Brigpol YM, Vitalis Duki warga RT 01/03 Kelurahan Bansone, Kefamenanu, NTT, langsung dilarikan oleh pihak keluarga ke RSUD kefamenanu.
Korban mengaku dihajar beruntun dengan tinju di wajah dan tendangan bertubi-tubi di bagian dada. Tidak hanya menghajar Vitalis, oknum polisi juga mengancam akan membunuh korban sekeluarga.
“Kebetulan ketemu dia sedang mabuk dengan temannnya, karena teringat dia belum bayar sewa motor ojek, saya tagih. Dia langsung pukul tendang hingga saya muntah darah,” kata Vitalis Duki saat ditemui di RSUD Kefamenanu, Senin, (17/12/2012).
Akibat kejadian itu keluarga korban berharap Kapolres segera menindak tegas oknum polisi Brigpol YM agar tidak berlaku semena- mena terhadap masyarakat kecil apalagi hanya persoalan sepele.
“Kami keluarga korban tidak terima perlakukan polisi itu, kami minta Kapolres segera hukum agar menjadi pelajaran sehingga tidak semena-mena apalagi dalam keadaan mabuk,” harap Alex Thall, keluarga Korban di RSUD Kefamenanu.
Mengenai kondisi Vitalis saat ini, keluarga kuatir dengan luka dalam yang menyebabkan korban muntah darah. Keluarga berharap ini peristiwa pertama dan terakhir di Kefamenanu.
Setelah dianiaya oleh oknum polisi Brigpol YM, Vitalis Duki warga RT 01/03 Kelurahan Bansone, Kefamenanu, NTT, langsung dilarikan oleh pihak keluarga ke RSUD kefamenanu.
Korban mengaku dihajar beruntun dengan tinju di wajah dan tendangan bertubi-tubi di bagian dada. Tidak hanya menghajar Vitalis, oknum polisi juga mengancam akan membunuh korban sekeluarga.
“Kebetulan ketemu dia sedang mabuk dengan temannnya, karena teringat dia belum bayar sewa motor ojek, saya tagih. Dia langsung pukul tendang hingga saya muntah darah,” kata Vitalis Duki saat ditemui di RSUD Kefamenanu, Senin, (17/12/2012).
Akibat kejadian itu keluarga korban berharap Kapolres segera menindak tegas oknum polisi Brigpol YM agar tidak berlaku semena- mena terhadap masyarakat kecil apalagi hanya persoalan sepele.
“Kami keluarga korban tidak terima perlakukan polisi itu, kami minta Kapolres segera hukum agar menjadi pelajaran sehingga tidak semena-mena apalagi dalam keadaan mabuk,” harap Alex Thall, keluarga Korban di RSUD Kefamenanu.
Mengenai kondisi Vitalis saat ini, keluarga kuatir dengan luka dalam yang menyebabkan korban muntah darah. Keluarga berharap ini peristiwa pertama dan terakhir di Kefamenanu.
(ysw)