Protes pemekaran, mobil plat merah dibuang ke jurang
Sabtu, 15 Desember 2012 - 13:17 WIB
Protes pemekaran, mobil plat merah dibuang ke jurang
A
A
A
Sindonews.com - Aksi protes warga menurut pemekaran, di Kolonedale, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, berlangsung ricuh. Massa melakukan pembakaran terhadap dua kendaraan roda empat, dan satu kendaraan roda dua plat merah, di Lapangan Kolonedale.
Tidak hanya itu, massa juga membawa kendaraan dan diterjunkan ke dalam jurang. Peristiwa pembakaran terjadi dalam aksi protes warga yang kesal karena daerahnya tidak dimasukkan dalam daftar daerah yang dimekarkan.
Seperti diketahui, warga di Kolonedale, Morowali Utara, selama ini berjuang keras agar daerah mereka dapat dimekarkan menjadi Kabupaten Morowali Utara, dari kabupaten induk saat ini, yaitu kabupaten Morowali.
Aksi protes warga ini, sudah dimulai sejak Jumat 14 Desember 2012 malam dengan memblokir mobil-mobil tangki Pertamina yang hendak keluar dari Kolonedale. Aksi ini berlanjut pada Sabtu 15 Desember pagi.
Tampak ratusan warga mendatangi sejumlah rumah oknum pemerintah dan anggota DPRD yang pada masa kampanye Pilkada Morowali memastikan jadinya pemekaran Morowali Utara.
Mobil yang dibakar massa masing masing mobil Dinas Kadis Pendidikan Jenis Kijang Inova DN 41 G Mobil Dinas Kadis Kependudukan DN 18 G, serta sebuah kendaraan roda dua dari Kantor Bappeda Kabupaten Morowali.
Selain itu, massa juga merusak sebuah mobil dinas milik anggota DPRD Morowali jenis Kijang Avanza DN 114 G yang didorong beramai-ramai lalu diterjunkan ke jurang.
Dengan demikian, hingga kini setidaknya sudah ada tiga kendaraan roda empat, dan satu kendaraan roda dua yang seluruhnya merupakan kendaraan dinas yang menjadi korban pengrusakan oleh warga Kolonedale.
Massa juga kini dilaporkan melakukan pemblokiran dengan tidak mengizinkan kendaraan pengangkut BBM milik Depot Pertamina keluar dari Kolonedale. Aksi ini dikuatirkan akan menyebabkan kelangkaan BBM di wilayah itu.
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjend Dewa Parsana dalam pesan singkat yang diterima menyatakan, petugas aparat keamanan dari Satuan Polres Morowali, Polda, dan Brimob sudah di kerahkan ke Kolonedale.
Tidak hanya itu, massa juga membawa kendaraan dan diterjunkan ke dalam jurang. Peristiwa pembakaran terjadi dalam aksi protes warga yang kesal karena daerahnya tidak dimasukkan dalam daftar daerah yang dimekarkan.
Seperti diketahui, warga di Kolonedale, Morowali Utara, selama ini berjuang keras agar daerah mereka dapat dimekarkan menjadi Kabupaten Morowali Utara, dari kabupaten induk saat ini, yaitu kabupaten Morowali.
Aksi protes warga ini, sudah dimulai sejak Jumat 14 Desember 2012 malam dengan memblokir mobil-mobil tangki Pertamina yang hendak keluar dari Kolonedale. Aksi ini berlanjut pada Sabtu 15 Desember pagi.
Tampak ratusan warga mendatangi sejumlah rumah oknum pemerintah dan anggota DPRD yang pada masa kampanye Pilkada Morowali memastikan jadinya pemekaran Morowali Utara.
Mobil yang dibakar massa masing masing mobil Dinas Kadis Pendidikan Jenis Kijang Inova DN 41 G Mobil Dinas Kadis Kependudukan DN 18 G, serta sebuah kendaraan roda dua dari Kantor Bappeda Kabupaten Morowali.
Selain itu, massa juga merusak sebuah mobil dinas milik anggota DPRD Morowali jenis Kijang Avanza DN 114 G yang didorong beramai-ramai lalu diterjunkan ke jurang.
Dengan demikian, hingga kini setidaknya sudah ada tiga kendaraan roda empat, dan satu kendaraan roda dua yang seluruhnya merupakan kendaraan dinas yang menjadi korban pengrusakan oleh warga Kolonedale.
Massa juga kini dilaporkan melakukan pemblokiran dengan tidak mengizinkan kendaraan pengangkut BBM milik Depot Pertamina keluar dari Kolonedale. Aksi ini dikuatirkan akan menyebabkan kelangkaan BBM di wilayah itu.
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjend Dewa Parsana dalam pesan singkat yang diterima menyatakan, petugas aparat keamanan dari Satuan Polres Morowali, Polda, dan Brimob sudah di kerahkan ke Kolonedale.
(san)