Distribusi logistik Pilkada bakal telat
Selasa, 11 Desember 2012 - 16:03 WIB
Distribusi logistik Pilkada bakal telat
A
A
A
Sindonews.com - Distribusi logistik Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel bakal mengalami kendala. Karena alat transportasi udara berupa pesawat udara jenis cassa 212 milik PT Sabang Merauke rute Masamba-Rampi dan Seko dipastikakan tidak dapat beroperasi.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Ketua KPU Luwu Utara Muhammad Rajab melakukan koordinasi pihak Bandara Udara Andi Jemma Masamba.
"Kami (kPU) telah melakukan koordinasi dengan pihak bandara udara Andi Jemma Masamba dan di pastikan tidak ada penerbangan pada Januari 2013 mendatang,"kata Muhammad Rajab ketika dihubungi SINDO di Masamba, Selasa (11/12/2012).
Untuk mengatasi kendala tersebut, pendistribusian logistik Pilgub pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel mendatang terpaksa menggunakan angkutan darat.
Padahal dengan menggunanakan angkutan udara kata Rajab hanya membutuhkan waktu masing-masing sekitar 23 menit sudah tiba di dua kecamatan terpencil diantara 11 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara tersebut.
Sedangkan menggunakan angkutan darat berupa ojek membutuhkan waktu setidaknya dua hari satu malam perjalanan melintasi lembah, pembukitan dan hutan belantara.
Tak hanya itu biaya yang digunakan jika menggunakan kendaraan darat pun lebih besar dibandingkan dengan menggunakan pesawat udara .
"Kalau menggunakan kendaraan ojek biayanya Rp750 rupiah. Sedangkan pesawat hanya Rp15O ribu," papar Rajab.
Rajab mengaku untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan logistik tiba di dua kecamatan tersebut akibat cuaca yang berubah-ubah, maka pihaknya berinisiatif akan mempercepat pendistribusian logistik 10 hari lebih awal dari jadwal yang ditetapkan.
"Kami berencana akan melakukan pendistribusian logistik 10 hari lebih awal dari jadwal yang di tetapkan," ucapnya.
Sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Luwu Utara tidak mempermasalahkannya. Hanya saja dia meminta KPU agar dalam pendistribusian logistik tersebut tetap mempertahatikan prosedur tetap (protap) yang dilakukan dengan melibatkan unsur pengawas.
"Saya pikir langka yang dilakukan KPU hal bagus, sebab perjalanan menuju ke dua kecamatan tersebut cukup sulit, apalagi sudah memasuki musim hujan," katanya.
Kecamatan Rampi dan Seko merupakan dua kecamatan yang menjadi perhatian khusus Panwaslu, sebab pengalaman Pemilu sebelumnya, baik legislatif, pilbup, pilgub dan presiden kerap kali menjadi ladang pelanggaran tim pasangan calon dan bahkan penyelenggara Pemilu.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Ketua KPU Luwu Utara Muhammad Rajab melakukan koordinasi pihak Bandara Udara Andi Jemma Masamba.
"Kami (kPU) telah melakukan koordinasi dengan pihak bandara udara Andi Jemma Masamba dan di pastikan tidak ada penerbangan pada Januari 2013 mendatang,"kata Muhammad Rajab ketika dihubungi SINDO di Masamba, Selasa (11/12/2012).
Untuk mengatasi kendala tersebut, pendistribusian logistik Pilgub pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel mendatang terpaksa menggunakan angkutan darat.
Padahal dengan menggunanakan angkutan udara kata Rajab hanya membutuhkan waktu masing-masing sekitar 23 menit sudah tiba di dua kecamatan terpencil diantara 11 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara tersebut.
Sedangkan menggunakan angkutan darat berupa ojek membutuhkan waktu setidaknya dua hari satu malam perjalanan melintasi lembah, pembukitan dan hutan belantara.
Tak hanya itu biaya yang digunakan jika menggunakan kendaraan darat pun lebih besar dibandingkan dengan menggunakan pesawat udara .
"Kalau menggunakan kendaraan ojek biayanya Rp750 rupiah. Sedangkan pesawat hanya Rp15O ribu," papar Rajab.
Rajab mengaku untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan logistik tiba di dua kecamatan tersebut akibat cuaca yang berubah-ubah, maka pihaknya berinisiatif akan mempercepat pendistribusian logistik 10 hari lebih awal dari jadwal yang ditetapkan.
"Kami berencana akan melakukan pendistribusian logistik 10 hari lebih awal dari jadwal yang di tetapkan," ucapnya.
Sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Luwu Utara tidak mempermasalahkannya. Hanya saja dia meminta KPU agar dalam pendistribusian logistik tersebut tetap mempertahatikan prosedur tetap (protap) yang dilakukan dengan melibatkan unsur pengawas.
"Saya pikir langka yang dilakukan KPU hal bagus, sebab perjalanan menuju ke dua kecamatan tersebut cukup sulit, apalagi sudah memasuki musim hujan," katanya.
Kecamatan Rampi dan Seko merupakan dua kecamatan yang menjadi perhatian khusus Panwaslu, sebab pengalaman Pemilu sebelumnya, baik legislatif, pilbup, pilgub dan presiden kerap kali menjadi ladang pelanggaran tim pasangan calon dan bahkan penyelenggara Pemilu.
(ysw)