Rieke Oneng tebar pesona di Stasiun Pondok Cina
Selasa, 11 Desember 2012 - 08:44 WIB
Rieke Oneng tebar pesona di Stasiun Pondok Cina
A
A
A
Sindonews.com - Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Dyah Pitaloka mendatangi Stasiun Pondok Cina, Beji, Depok, sejak pagi.
Dalam kegiatannya ini, Rieke berupaya meraih simpati masyarakat menjelang pertarungannya dalam Pilkada Jabar 2013. Dia bersama massa yang memakai baju kotak-kotak menaikki Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line ke arah Bogor.
Rieke berangkat dari Stasiun Pondok Cina Depok transit di tiap-tiap stasiun. Dia juga mengecek penggusuran yang dilakukan di Stasiun Depok Lama dan Stasiun Depok Baru. Kemudian transit di Stasiun Citayem dan akan turun di Stasiun Bojong Gede, dilanjutkan naik ojek ke lokasi rel anjlok di Cilebut.
"Saya dulu waktu kuliah anak kereta alias Anker, jadi sudah biasa penuh-penuhan," kata Riek kepada wartawan, di Stasiun Pondok Cina, Depok, Selasa (11/12/2012).
Wanita yang dikenal Oneng lewat serial Bajai Bajuri ini menegaskan, transportasi massal merupakan langkah tepat untuk mengatasi kemacetan.
"Transportasi massal harus terus diperbaiki, karena merupakan langkah yang paling tepat," imbuhnya.
Dalam kegiatannya ini, Rieke berupaya meraih simpati masyarakat menjelang pertarungannya dalam Pilkada Jabar 2013. Dia bersama massa yang memakai baju kotak-kotak menaikki Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line ke arah Bogor.
Rieke berangkat dari Stasiun Pondok Cina Depok transit di tiap-tiap stasiun. Dia juga mengecek penggusuran yang dilakukan di Stasiun Depok Lama dan Stasiun Depok Baru. Kemudian transit di Stasiun Citayem dan akan turun di Stasiun Bojong Gede, dilanjutkan naik ojek ke lokasi rel anjlok di Cilebut.
"Saya dulu waktu kuliah anak kereta alias Anker, jadi sudah biasa penuh-penuhan," kata Riek kepada wartawan, di Stasiun Pondok Cina, Depok, Selasa (11/12/2012).
Wanita yang dikenal Oneng lewat serial Bajai Bajuri ini menegaskan, transportasi massal merupakan langkah tepat untuk mengatasi kemacetan.
"Transportasi massal harus terus diperbaiki, karena merupakan langkah yang paling tepat," imbuhnya.
(maf)