SBY: Aceng tak beretika & tak punya tata krama!
Kamis, 06 Desember 2012 - 15:26 WIB
SBY: Aceng tak beretika & tak punya tata krama!
A
A
A
Sindonews.com - Perilaku Bupati Garut Aceng HM Fikri yang melakukan nikah kilat dengan Fani Oktora dinilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai tindakan yang tak beretika.
Menurut SBY, sikap yang dilakukan Aceng jauh dari norma-norma kepatutan. Kasus Aceng, kata SBY, bukan persoalan yang sepele. Dia juga menyayangkan sikap politikus Partai Golkar itu.
"Negeri ini tentu memiliki etika, tata krama dan norma-norma kepatutan yang perlu dilakukan kita semua. Apalagi sebagai seorang pejabat pemerintah yang mengemban amanah. Jangan diambil sepele persoalan ini, saya minta ditangani dengan cepat dan tuntas tapi tidak perlu secara emosional, tapi mendidik dan tentu memberikan ketegasan kepada semua, norma, etika dan tata krama perlu diteggakkan di negeri ini," ujar SBY di Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Maka itu, orang nomor satu di negeri itupun meminta kasus tersebut untuk segera diselesaikan secepatnya untuk menghindari kekisruhan yang semakin meluas di kalangan masyarakat.
"Meskipun saya sudah menyampaikan arahan saya baik kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) maupun Gubernur Jawa Barat, tapi melalui Menteri Sekretaris NEgara (Mensesneg), saya sampaikan lagi agar penangananya sungguh-sungguh cepat, tepat, dan adil," tegas SBY.
Sementara terkait jabatan Aceng sebagai Bupati Garut, SBY sudah juga memerintahkan Mendagri Gamawan Fauzi dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk membahas dan mengambil keputusan atas jabatan Aceng tersebut. SBY juga meminta agar keputusan apapun yang dilakukan harus dilaporkan kepada dirinya.
"Saya ingin mendapatkan laporan dari Mendagri yang telah berkonsultasi dengan Gubernur Jabar apa yang akan dilakukan, harus dilaporkan kepada saya agar tepat dan bisa memenuhi rasa keadilan bagi semua termasuk keadilan kepada kaum perempuan," tutupnya.
Menurut SBY, sikap yang dilakukan Aceng jauh dari norma-norma kepatutan. Kasus Aceng, kata SBY, bukan persoalan yang sepele. Dia juga menyayangkan sikap politikus Partai Golkar itu.
"Negeri ini tentu memiliki etika, tata krama dan norma-norma kepatutan yang perlu dilakukan kita semua. Apalagi sebagai seorang pejabat pemerintah yang mengemban amanah. Jangan diambil sepele persoalan ini, saya minta ditangani dengan cepat dan tuntas tapi tidak perlu secara emosional, tapi mendidik dan tentu memberikan ketegasan kepada semua, norma, etika dan tata krama perlu diteggakkan di negeri ini," ujar SBY di Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Maka itu, orang nomor satu di negeri itupun meminta kasus tersebut untuk segera diselesaikan secepatnya untuk menghindari kekisruhan yang semakin meluas di kalangan masyarakat.
"Meskipun saya sudah menyampaikan arahan saya baik kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) maupun Gubernur Jawa Barat, tapi melalui Menteri Sekretaris NEgara (Mensesneg), saya sampaikan lagi agar penangananya sungguh-sungguh cepat, tepat, dan adil," tegas SBY.
Sementara terkait jabatan Aceng sebagai Bupati Garut, SBY sudah juga memerintahkan Mendagri Gamawan Fauzi dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk membahas dan mengambil keputusan atas jabatan Aceng tersebut. SBY juga meminta agar keputusan apapun yang dilakukan harus dilaporkan kepada dirinya.
"Saya ingin mendapatkan laporan dari Mendagri yang telah berkonsultasi dengan Gubernur Jabar apa yang akan dilakukan, harus dilaporkan kepada saya agar tepat dan bisa memenuhi rasa keadilan bagi semua termasuk keadilan kepada kaum perempuan," tutupnya.
(rsa)