Inilah kronologis pembakaran pos polisi
Rabu, 05 Desember 2012 - 13:48 WIB
Inilah kronologis pembakaran pos polisi
A
A
A
Sindonews.com - Aksi protes warga terhadap penembakan narapidana TA di Manokwari, Papua Barat berbuntut pembakaran sejumlah pos polisi.
Awalnya, warga hendak mengembalikan peti jenazah ke Polres Manokwari sebagai bentuk protes terhadap penembakan TA. Namun warga dihadang aparat sehingga menimbulkan protes yang lebih luas.
Pembakaran terjadi setelah polisi mendesak dan membubarkan massa yang menuju Polres Manokwari sambil melempari Kantor Gubernur di Jalan Siliwangi.
Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Massa melakukan perlawanan, mereka yang mundur ke Pelabuhan Manokwari membakar pos polisi hingga hangus. Pos polisi Sanggeng dan Pos lalu lintas di kawasan tersebut juga tak luput dari amukan massa.
Kemudian massa memblokade jalan Siliwangi dan jembatan Sahara dengan peti jenazah yang rencananya akan dikembalikan ke Mapolres Manokwari.
Disini, massa juga membakar sejumlah ban bekas sehingga suasana Kota Manokwari kian mencekam.
Setelah diterjunkan satu peleton aparat gabungan dari Brimob dan TNI, suasana berangsur-angsur kondusif.
Hingga kini kondisi Kota Manokwari dibeberapa tempat masih mencekam. Warga belum beraktivitas keluar rumah, sementara pertokoan masih belum seluruhnya dibuka.
Awalnya, warga hendak mengembalikan peti jenazah ke Polres Manokwari sebagai bentuk protes terhadap penembakan TA. Namun warga dihadang aparat sehingga menimbulkan protes yang lebih luas.
Pembakaran terjadi setelah polisi mendesak dan membubarkan massa yang menuju Polres Manokwari sambil melempari Kantor Gubernur di Jalan Siliwangi.
Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Massa melakukan perlawanan, mereka yang mundur ke Pelabuhan Manokwari membakar pos polisi hingga hangus. Pos polisi Sanggeng dan Pos lalu lintas di kawasan tersebut juga tak luput dari amukan massa.
Kemudian massa memblokade jalan Siliwangi dan jembatan Sahara dengan peti jenazah yang rencananya akan dikembalikan ke Mapolres Manokwari.
Disini, massa juga membakar sejumlah ban bekas sehingga suasana Kota Manokwari kian mencekam.
Setelah diterjunkan satu peleton aparat gabungan dari Brimob dan TNI, suasana berangsur-angsur kondusif.
Hingga kini kondisi Kota Manokwari dibeberapa tempat masih mencekam. Warga belum beraktivitas keluar rumah, sementara pertokoan masih belum seluruhnya dibuka.
(ysw)