Terancam longsor, 57 rumah akan direlokasi
Selasa, 04 Desember 2012 - 18:27 WIB
Terancam longsor, 57 rumah akan direlokasi
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 57 rumah warga yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi terancam tertimpa longsor. Rencananya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi akan melakukan relokasi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BBD) Kabupaten Sukabumi, ke 57 rumah itu terdiri dari 40 rumah di Desa Cimenteng, Kecamatan Curug Kembar dan 17 rumah warga lainnya berada di Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung.
Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Iwan Herniwan menjelaskan 40 rumah di Kecamatan Curug Kembar masuk dalam kategori pemukiman yang terancam longsor.
Puluhan rumah itu berada di atas lahan yang kerap mengalami pergeseran tanah. Bahkan hingga kini keretakan tanah sudah relatif panjang membentang diantara pemukiman warga.
Sementara 17 rumah lainnya di Kecamatan Gegerbitung berada di sekitar tebing setinggi 50 meter dengan bagian permukaan berupa areal persawahan.
Hasil kajian Geologi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) setempat menunjukan pada dinding tanah tebing telah terdapat keretakan pada beberapa bagian.
“Kondisi terakhir tanah tebing sudah mengalami keretakan. Di tengah kondisi cuaca seperti ini sangat rawan terjadinya longsor. Begitu juga dengan puluhan rumah di Curug Kembar, hampri setiap harinya di daerah itu sering terjadi longsor berskala kecil sebab retakan tanahnya telah gembur dan berpasir,” kata Iwan di Kecamatan Gegerbitung, Selasa (4/12/2012).
Sejauh ini Pemkab Sukabumi telah merencanakan proses relokasi untuk 40 KK yang menghuni di Kecamatan Curug Kembar. Sementara 17 KK lainnya di Kecamatan Geger Bitung masih dalam proses koordinasi untuk perencaan relokasi.
“Kedua daerah itu sudah ditetapkan status siaga. Hal itu ditunjang dengan didirikannya beberapa tenda untuk pengungsian,” tuturnya.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi mengatakan lembaganya akan menambah pengalokasian dana penanggulangan bencana hingga sebesar dua kali lipat dari anggaran bencana saat ini sebesar kurang dari Rp1 Milyar.
“Dana penanggulangan bencana tahun ini sangat tidak sebanding dengan banyaknya bencana. Karea itulah kami akan menambah jumlahnya,” kata Badri.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BBD) Kabupaten Sukabumi, ke 57 rumah itu terdiri dari 40 rumah di Desa Cimenteng, Kecamatan Curug Kembar dan 17 rumah warga lainnya berada di Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung.
Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Iwan Herniwan menjelaskan 40 rumah di Kecamatan Curug Kembar masuk dalam kategori pemukiman yang terancam longsor.
Puluhan rumah itu berada di atas lahan yang kerap mengalami pergeseran tanah. Bahkan hingga kini keretakan tanah sudah relatif panjang membentang diantara pemukiman warga.
Sementara 17 rumah lainnya di Kecamatan Gegerbitung berada di sekitar tebing setinggi 50 meter dengan bagian permukaan berupa areal persawahan.
Hasil kajian Geologi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) setempat menunjukan pada dinding tanah tebing telah terdapat keretakan pada beberapa bagian.
“Kondisi terakhir tanah tebing sudah mengalami keretakan. Di tengah kondisi cuaca seperti ini sangat rawan terjadinya longsor. Begitu juga dengan puluhan rumah di Curug Kembar, hampri setiap harinya di daerah itu sering terjadi longsor berskala kecil sebab retakan tanahnya telah gembur dan berpasir,” kata Iwan di Kecamatan Gegerbitung, Selasa (4/12/2012).
Sejauh ini Pemkab Sukabumi telah merencanakan proses relokasi untuk 40 KK yang menghuni di Kecamatan Curug Kembar. Sementara 17 KK lainnya di Kecamatan Geger Bitung masih dalam proses koordinasi untuk perencaan relokasi.
“Kedua daerah itu sudah ditetapkan status siaga. Hal itu ditunjang dengan didirikannya beberapa tenda untuk pengungsian,” tuturnya.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi mengatakan lembaganya akan menambah pengalokasian dana penanggulangan bencana hingga sebesar dua kali lipat dari anggaran bencana saat ini sebesar kurang dari Rp1 Milyar.
“Dana penanggulangan bencana tahun ini sangat tidak sebanding dengan banyaknya bencana. Karea itulah kami akan menambah jumlahnya,” kata Badri.
(ysw)