KTB Komet tak dijual
Minggu, 02 Desember 2012 - 22:46 WIB
KTB Komet tak dijual
A
A
A
Sindonews.com - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) memutuskan sudah tidak menjual kartu tanda berlangganan (KTB) Komet mulai besok. Hal itu dilakukan karena akan dilakukan penggantian sistem e-ticketing.
"Benar tidak ada penjualan Komet besok karena akan diganti dengan e-ticketing," kata Kepala Stasiun Depok Dwi Purwanto, Minggu (2/12/2012).
KTB Komet adalah kartu bulanan yang dimiliki penumpang KRL. Harganya bervariasi tergantung jarak. KTB Komet hanya berlaku satu bulan saja. Artinya, terpakai atau tidak penumpang harus membayar sesuai harga kartu.
"Kalau e-ticketing tidak seperti itu. Kalau dipakai tentu saldonya berkurang. Tapi kalau tidak dipakai ya saldo tetap," ujarnya.
Dia belum dapat memastikan kapan pemberlkuan e-ticketing. Namun, dia sudah melalukan sosialisasi melalui spanduk yang dipasang di stasiun.
"Menurut rencana tahun depan. Tapi belum tahu kapan," akunya.
Namun sejumlah penumpang mengaku belum tahu informasi tersebut. Menurut Rilla, salah satu penumpang, hal itu seperti mempermainkan penumpang saja.
"Baru awal tahun ganti Komet sekarang sudah mau ganti lagi," katanya.
Dirinya mengaku enggan membeli tiket secara eceran selama masa peralihan. Pasalnya, antrean di loket terkadang terlihat panjang.
"Justru saya beli kartu bulanan karena biar enggak antri," ucapnya.
Olas, warga Beji berharap dengan sistem baru nanti dapat lebih memberikan keuntungan penumpang. Dibarengi dengan pelayanan dan fasilitas.
"Saya belum tahu seperti apa (e-ticketing). Saya tahunya sudah tidak ada penjualan Komet dari spanduk di stasiun," tuturnya.
"Benar tidak ada penjualan Komet besok karena akan diganti dengan e-ticketing," kata Kepala Stasiun Depok Dwi Purwanto, Minggu (2/12/2012).
KTB Komet adalah kartu bulanan yang dimiliki penumpang KRL. Harganya bervariasi tergantung jarak. KTB Komet hanya berlaku satu bulan saja. Artinya, terpakai atau tidak penumpang harus membayar sesuai harga kartu.
"Kalau e-ticketing tidak seperti itu. Kalau dipakai tentu saldonya berkurang. Tapi kalau tidak dipakai ya saldo tetap," ujarnya.
Dia belum dapat memastikan kapan pemberlkuan e-ticketing. Namun, dia sudah melalukan sosialisasi melalui spanduk yang dipasang di stasiun.
"Menurut rencana tahun depan. Tapi belum tahu kapan," akunya.
Namun sejumlah penumpang mengaku belum tahu informasi tersebut. Menurut Rilla, salah satu penumpang, hal itu seperti mempermainkan penumpang saja.
"Baru awal tahun ganti Komet sekarang sudah mau ganti lagi," katanya.
Dirinya mengaku enggan membeli tiket secara eceran selama masa peralihan. Pasalnya, antrean di loket terkadang terlihat panjang.
"Justru saya beli kartu bulanan karena biar enggak antri," ucapnya.
Olas, warga Beji berharap dengan sistem baru nanti dapat lebih memberikan keuntungan penumpang. Dibarengi dengan pelayanan dan fasilitas.
"Saya belum tahu seperti apa (e-ticketing). Saya tahunya sudah tidak ada penjualan Komet dari spanduk di stasiun," tuturnya.
(ysw)