Santap hidangan hajatan, puluhan warga keracunan

Minggu, 02 Desember 2012 - 22:24 WIB
Santap hidangan hajatan,...
Santap hidangan hajatan, puluhan warga keracunan
A A A
Sindonews.com – Puluhan warga Kampung Kaumlebak, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garutkota, mengalami gejala keracunan setelah menyantap hidangan pesta pernikahan. Hingga kini, puluhan warga ini masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Slamet Garut.

Seorang warga Kampung Kaumlebak, Yuyus (34) menuturkan, dalam waktu hampir bersamaan, istri dan anaknya, Elin Rani (32) dan Tezar (8) mengalami mual dan muntah sekitar pukul 17.00 WIB. Karena kondisi tersebut, Yuyus kemudian membawa mereka ke mantri kesehatan di kampungnya.

"Tapi ternyata banyak tetangga saya yang berdatangan ke mantri juga. Mereka mengeluhkan gejala yang sama. Ada yang mengeluh mual, pusing, muntah, sampai buang air besar terus. Akhirnya, kami semua disarankan pergi ke RSUD," ujar Yuyus di IGD RSUD dr Slamet, Minggu (2/12/2012).

Dituturkan Yuyus, isteri dan anaknya tersebut datang untuk hadir pada sebuah pesta pernikahan di kampungnya sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, berselang beberapa jam kemudian, kedua orang yang dicintainya tersebut menjadi sering muntah dan buang air besar.

“Kata isteri saya, pada pesta pernikahan tersebut, dia dan anak memakan sajian dari buffet prasmanan. Makanan yang disuguhkan diantaranya berupa hidangan dengan bahan utama nasi, daging ayam, telur puyuh, hati sapi, sup sayuran, kentang, dan tahu. Kecuali, pada tahu, terdapat rasa agak asam. Sepertinya basi,” ujarnya.

Warga yang menjadi pasien gejala keracunan lainnya, Lina (39) menuturkan hal yang sama. Menurut Lina, makanan yang dihidangkan pada pesta tersebut terasa agak basi.

“Saya menyantap hidangan tersebut pada pukul 11.30 WIB. Tapi kemudian saya merasakan pusing dan mual pada pukul 15.00 WIB. Rupanya bukan hanya saya, tapi juga tetangga yang pergi ke hajatan itu mengalami gejala sama,” ungkapnya.

Humas RSUD dr Slamet Garut, Ade Sunarya, mengatakan sampai pukul 20.00, jumlah pasien gejala keracunan di IGD RSUD dr Slamet Garut mencapai sebanyak 46 pasien. Semuanya berasal dari kampung yang sama dan telah menghadiri pesta pernikahan yang sama.

"Ini masuk kejadian luar biasa. Saat ini semua sudah ditangani di IGD. Namun karena keterbatasan ruangan, ruang IGD jadi overload dan ranjang didempet. Bisa saja nanti dipindahkan ke ruang kelas III atau kelas II. Yang pasti, saat ini semua sudah diberi penanganan medis," ujarnya.

Ade sendiri memprediksi, kemungkinan jumlah pasien gejala keracunan ini akan bertambah. Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, jelas Ade, telah mengambil sampel makanan pada hidangan pesta pernikahan tersebut untuk diteliti.
(ysw)
Berita Terkait
SPPG Wajib Kantongi...
SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Higienis Usai Kasus Keracunan MBG
Santap Nasi Kotak Saat...
Santap Nasi Kotak Saat Acara Tausiah, 90 Orang Masuk Rumah Sakit dan 1 Tewas
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
1 Tewas dan Belasan...
1 Tewas dan Belasan Lainnya Dirawat di Puskesmas Akibat Keracunan Makanan di Ciamis
Puluhan Warga Gunungkidul...
Puluhan Warga Gunungkidul Keracunan Makanan, 1 Meninggal Dunia
43 Santri di Gunung...
43 Santri di Gunung Putri Diduga Keracunan Nasi Kotak
Berita Terkini
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer Mengarah ke Hulu Kali Boyong
17 menit yang lalu
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Tiba di Prambanan Disambut Tari Klasik Rama Shinta
50 menit yang lalu
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Istri Siri Pernah Disidang Etik
2 jam yang lalu
Bocah Perempuan di Bekasi...
Bocah Perempuan di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Sita Proyektil
2 jam yang lalu
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
4 jam yang lalu
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
5 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved