Suara pemilih pemula berpotensi hilang
Sabtu, 01 Desember 2012 - 01:08 WIB
Suara pemilih pemula berpotensi hilang
A
A
A
Sindonews.com - KPU Tulungagung mengkhawatirkan hilangnya suara yang berasal dari pemilih pemula dalam pemilihan kepala daerah (Pemilukada) 31 Januari 2013 mendatang. Sebab, para pemilih pemula berpotensi paling besar gagal berpartisipasi dalam pemilukada.
Menurut keterangan Ketua Pokja Sosialisasi dan Kampanye KPU Tulungagung Nyadin, sebagian besar pemilih pemula biasanya kurang mengerti akan hak pilih dan tata cara menggunakanya.
“Karenanya pemilih pemula ini akan menjadi fokus pengawalan kita,“ ujarnya kepada wartawan, Jumat (30/11/2012).
Dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Tulungagung baru nanti, KPU memperkirakan adanya tambahan 30 ribu jiwa dari pemilih pemula.
Mereka rata-rata berasal dari kelompok sosial yang baru menginjak usia 17 tahun atau baru pertama kali terlibat langsung dalam pesta demokrasi. Hasil inventarisir data KPU, saat ini di Tulungagung terdapat sekitar 5-10 ribu anak muda yang duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA/SMK/MA).
Mereka ini terlegitimasi sebagai pemilih pemula. Mereka memiliki hak politik untuk memilih empat pasangan Cabup-Cawabup yang Kamis (29/11) lalu baru ditetapkan KPU Tulungagung.
Diluar itu, lanjut Nyadin, masih ada kelompok berusia setara yang masuk dalam golongan non pendidikan atau mereka yang tidak lagi duduk di bangku sekolah.
“Jumlah kelompok non pendidikan ini mancapai sekitar 20 ribu jiwa. Jadi kalau keseluruhan, jumlah total pemilih pemula sekitar 30 ribu jiwa,“ paparnya.
Agar para pemilih baru itu tidak terlepas dari hak politiknya, saat ini KPU Tulungagung gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. KPU memberikan pencerahan politik bagaimana mereka secara subtansif memiliki hak memilih pemimpin serta bagaimana tekhnis penyaluranya.
Sementara itu, sesuai data pemilih sementara (DPS) yang dirilis KPU, jumlah calon pemilih dalam pemilukada Tulungagung diperkirakan mencapai 850 ribu jiwa. Jumlah tersebut tentunya akan bertambah sekira 5 persen jika ditambah dengan pemilih pemula yang ada.
Menurut keterangan Ketua Pokja Sosialisasi dan Kampanye KPU Tulungagung Nyadin, sebagian besar pemilih pemula biasanya kurang mengerti akan hak pilih dan tata cara menggunakanya.
“Karenanya pemilih pemula ini akan menjadi fokus pengawalan kita,“ ujarnya kepada wartawan, Jumat (30/11/2012).
Dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Tulungagung baru nanti, KPU memperkirakan adanya tambahan 30 ribu jiwa dari pemilih pemula.
Mereka rata-rata berasal dari kelompok sosial yang baru menginjak usia 17 tahun atau baru pertama kali terlibat langsung dalam pesta demokrasi. Hasil inventarisir data KPU, saat ini di Tulungagung terdapat sekitar 5-10 ribu anak muda yang duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA/SMK/MA).
Mereka ini terlegitimasi sebagai pemilih pemula. Mereka memiliki hak politik untuk memilih empat pasangan Cabup-Cawabup yang Kamis (29/11) lalu baru ditetapkan KPU Tulungagung.
Diluar itu, lanjut Nyadin, masih ada kelompok berusia setara yang masuk dalam golongan non pendidikan atau mereka yang tidak lagi duduk di bangku sekolah.
“Jumlah kelompok non pendidikan ini mancapai sekitar 20 ribu jiwa. Jadi kalau keseluruhan, jumlah total pemilih pemula sekitar 30 ribu jiwa,“ paparnya.
Agar para pemilih baru itu tidak terlepas dari hak politiknya, saat ini KPU Tulungagung gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. KPU memberikan pencerahan politik bagaimana mereka secara subtansif memiliki hak memilih pemimpin serta bagaimana tekhnis penyaluranya.
Sementara itu, sesuai data pemilih sementara (DPS) yang dirilis KPU, jumlah calon pemilih dalam pemilukada Tulungagung diperkirakan mencapai 850 ribu jiwa. Jumlah tersebut tentunya akan bertambah sekira 5 persen jika ditambah dengan pemilih pemula yang ada.
(ysw)