Oknum DPRD Tulungagung Ngamuk di Pendopo, Bupati: Kasus Diserahkan BK

Rabu, 03 Juni 2020 - 20:59 WIB
loading...
Oknum DPRD Tulungagung Ngamuk di Pendopo, Bupati: Kasus Diserahkan BK
ilustrasi
A A A
TULUNGAGUNG - Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Tulungagung mengamuk sekaligus merusak properti Pendopo Kabupaten Tulungagung karena gagal menemui Bupati Tulungagung Maryoto Birowo. Dengan alasan oknum bersangkutan berasal dari partai pengusung saat pencalonan kepala daerah, Maryoto tidak membawa persoalan ke jalur hukum.

Bupati Maryoto lebih memilih menyerahkan kasus insiden di pendopo tersebut ke Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Tulungagung. "Kami yang jelas kepala daerah diusung oleh partai. Dibicarakan di tingkat partai dan dewan (DPRD)," ujar Maryoto Birowo ketika ditanya soal rencana membawa persoalan ke jalur hukum kepada wartawan Rabu (3/6/2020).

Insiden berlangsung Jumat (29/5) sore. Oknum anggota dewan dari PDIP berinisial SHM alias BD datang ke pendopo Tulungagung Kongas Arum Kusumaning Bongso. Di ruang tunggu yang ditemui petugas Satpol PP, BD yang ditemani YYK koleganya di partai, menyatakan hendak bertemu Bupati Maryoto Birowo. Namun Maryoto tidak sedang berada di lokasi.

Entah apa yang terjadi BD tiba tiba mengamuk yang itu membuat sebuah toples berisi kue nastar di meja ruang tunggu pendopo, pecah. Informasi yang dihimpun, sebelum angkat kaki dari pendopo dengan marah marah, sebuah botol minuman keras yang diambil dari mobil yang bersangkutan juga sempat dilemparkan. Menurut Maryoto, oknum yang bersangkutan memang tengah mencari dirinya, namun tidak tahu alasan kenapa marah marah.

Begitu diberi tahu keponakannya tengah dicari ia mengatakan langsung meluncur ke pendopo dengan berpesan tidak butuh waktu lama untuk tiba di lokasi (pendopo). "Tunggulah saya tidak ada lima menit, karena saat itu sudah berada di perempatan Samudera (dekat dengan Pendopo)," terang Maryoto. Setiba di pendopo, oknum anggota DPRD bersangkutan tersebut sudah tidak ada di lokasi.

Sementara suasana masih cukup gaduh. "Katanya sudah pulang," tambah Maryoto. Dalam rangka kepentingan apa oknum anggota DPRD itu ingin bertemu?. Maryoto yang mengenal oknum bersangkutan cukup dekat mengaku tidak tahu pasti. Sebab sebelumnya juga tidak ada pembicaraan. Ia juga mengatakan sudah lama tidak bertemu oknum bersangkutan. Karenanya Maryoto mengaku kaget ketika terjadi insiden di pendopo.

"Kalau ketemu ya biasa (dulunya). Hubungan baik, "papar Maryoto. Informasi yang dihimpun, keinginan oknum DPRD bersangkutan bertemu dengan Bupati diduga terkait lelang jabatan di lingkungan Pemkab Tulungagung. Dalam penataan pegawai eselon II tersebut diduga oknum DPRD bersangkutan memiliki kepentingan menitipkan orang orangnya.

Menanggapi hal itu Maryoto hanya mengatakan proses pengisian jabatan atau mutasi di lingkungan Pemkab Tulungagung tetap berjalan seperti rencana. Seluruh proses telah ditangani oleh panitia seleksi (pansel) yang itu sudah sesuai ketentuan yang berlaku. "Tetap berjalan. Tidak terpengaruh, "kata Maryoto.

Begitu juga dengan masalah insiden yang kini tengah dibahas di lingkungan Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Tulungagung dan partai politik (PDI P). Maryoto yang mengaku tidak merasa terancam menegaskan inisiatif pembahasan tersebut tidak datang dari dirinya. "Inisiatif membicarakan datangnya dari DPRD. Begitu juga di partai, "pungkasnya.

Sementara secara terpisah Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Tulungagung Widodo Prasetyo mengatakan belum menyikapi insiden yang terjadi, termasuk belum melakukan pembahasan. Widodo menilai insiden yang terjadi merupakan persoalan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga dewan.

Kendati demikian jika memang ada laporan yang masuk pihaknya siap melangkah. "Itu (insiden di pendopo) kepentingan pribadi. Biar diselesaikan secara internal pribadi. Belum ada pembahasan, "kata Widodo.
(msd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2630 seconds (11.210#12.26)