Jelang eksekusi, warga Dwikora Depok siaga satu
Jum'at, 30 November 2012 - 13:57 WIB
Jelang eksekusi, warga Dwikora Depok siaga satu
A
A
A
Sindonews.com - Purnawirawan TNI Angkatan Udara (AU) di Komplek Dwikora Cilangkap, Tapos, Depok siang ini resah dengan rencana eksekusi pengosongan rumah oleh personel TNI AU.
Warga menolak eksekusi dan terlihat berjaga-jaga mengantisipasi kedatangan para personel TNI AU yang akan mengeksekusi 68 rumah warga.
Menurut warga, personel TNI AU tidak bisa mengusir mereka secara paksa sebelum adanya keputusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Salah seorang Ketua RW setempat, Ace Somantri mengatakan pihaknya bersedia mengosongkan rumah, jika sudah terdapat keputusan dari Pengadilan Negeri terkait perebutan rumah tersebut.
"Kami bersiaga, warga berkumpul sejak semalam karena kami mau diusir siang ini. Sedangkan, keputusan belum putus. Nanti kalau sudah keputusan baru kami mau kosongkan, kalau memang kami kalah," tegas Ace di lokasi, Jumat (30/11/12).
Sementara itu, saat ini sedang terjadi dialog alot antara pihak TNI dan warga purnawirawan. Warga tetap menolak untuk mengosongkan rumah. Warga juga mendapatkan dukungan dari Forum Koordinasi Penghuni Perumahan Negara.
Sebelumnya, Kepala Dinas Personel Mabes TNI AU Letkol Askari menolak pihaknya dianggap memaksa dan mengusir warga. Pasalnya imbauan sudah dilakukan sejak 2003 lalu, agar warga bisa bertindak secara bertahap. Pihaknya melakukan aturan itu sesuai aturan rumah dinas.
“Kami sudah sesuai aturan, yang terdapat di dalam buku petunjuk pelaksanaan tentang pengelolan rumah negara,” katanya.
Warga menolak eksekusi dan terlihat berjaga-jaga mengantisipasi kedatangan para personel TNI AU yang akan mengeksekusi 68 rumah warga.
Menurut warga, personel TNI AU tidak bisa mengusir mereka secara paksa sebelum adanya keputusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Salah seorang Ketua RW setempat, Ace Somantri mengatakan pihaknya bersedia mengosongkan rumah, jika sudah terdapat keputusan dari Pengadilan Negeri terkait perebutan rumah tersebut.
"Kami bersiaga, warga berkumpul sejak semalam karena kami mau diusir siang ini. Sedangkan, keputusan belum putus. Nanti kalau sudah keputusan baru kami mau kosongkan, kalau memang kami kalah," tegas Ace di lokasi, Jumat (30/11/12).
Sementara itu, saat ini sedang terjadi dialog alot antara pihak TNI dan warga purnawirawan. Warga tetap menolak untuk mengosongkan rumah. Warga juga mendapatkan dukungan dari Forum Koordinasi Penghuni Perumahan Negara.
Sebelumnya, Kepala Dinas Personel Mabes TNI AU Letkol Askari menolak pihaknya dianggap memaksa dan mengusir warga. Pasalnya imbauan sudah dilakukan sejak 2003 lalu, agar warga bisa bertindak secara bertahap. Pihaknya melakukan aturan itu sesuai aturan rumah dinas.
“Kami sudah sesuai aturan, yang terdapat di dalam buku petunjuk pelaksanaan tentang pengelolan rumah negara,” katanya.
(stb)