Menolong bocah, sopir truk malah tewas tenggelam
Jum'at, 23 November 2012 - 15:30 WIB
Menolong bocah, sopir truk malah tewas tenggelam
A
A
A
Sindonews.com - Nasib nahas menimpa Ismail Ilyas (30) warga Desa Kedundang, Kecamatan Temon tewas di Sungai Progo. Korban tewas saat berusaha menolong bocah tenggelam.
Sudiri (30) saksi mata mengatakan, peristiwa memilukan bermula saat korban yang berprofesi sebagai sopir truk mendatangi tempat penambangan pasir di Dusun Ploso, Banguncipto, Sentolo pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban hendak mengangkut pasir.
Menunggu muatannya penuh, korban bersantai di salah satu warung. Sementara Sudiri, sang kernet, tengah sibuk mengangkut pasir.
“saya lihat dia di warung,” ungkap Sudiri menjelaskan kepada wartawan, Jumat (23/11/2012).
Tak berapa lama, seorang bocah bernama Taufik Ismail (12) warga Moyudan, Sleman diketahui hanyut saat mandi di sungai itu bersama teman-temannya di sisi timur. Bocah malang ini ditemukan warga 150 meter dari lokasi kejadian.
"Saat ditemukan tiga orang yang berinisiatif mengangkat Taufik, termasuk korban Ismail Ilyas.
Cuma satu yang berhasil, lalu kami bawa jenazah anak itu ke sisi timur. Dua lainnya, termasuk sopir itu memutuskan untuk kembali," terang Hendrianto (20) saksi lainnya.
Malang bagi sang sopir, dia justru hanyut terbawa arus. Korban sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang ditelan derasnya arus sungai. Warga sekitar kembali mencari korban dan menghubungi kepolisian.
Bersama dengan warga, anggota Polsek Sentolo dan Tim SAR Brimob Sentolo langsung melakukan pencarian. Jenazah korban ditemukan warga tak lama setelahnya di Dusun Pongangan, Desa Sentolo.
Kepala Dusun (Kadus) Pongangan, Sarjiman mengatakan, sekitar pukul 09.55 WIB, ia melihat sesosok mayat mengapung saat hendak mandi di sungai. “Saya berteriak minta tolong, dan bersama warga mengangkat jenazah ke tepi,” katanya.
“Setelah diidentifikasi, korban tewas karena menelang banyak air. Di wajahnya terdapat beberapa luka lecet karena terbentur batu dan pasir, jenazah sudah dibawa ke RSUD Wates dan diserahkan ke pihak keluarga,” kata Kapolsek Sentolo AKP Budi Susilanto.
Sudiri (30) saksi mata mengatakan, peristiwa memilukan bermula saat korban yang berprofesi sebagai sopir truk mendatangi tempat penambangan pasir di Dusun Ploso, Banguncipto, Sentolo pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban hendak mengangkut pasir.
Menunggu muatannya penuh, korban bersantai di salah satu warung. Sementara Sudiri, sang kernet, tengah sibuk mengangkut pasir.
“saya lihat dia di warung,” ungkap Sudiri menjelaskan kepada wartawan, Jumat (23/11/2012).
Tak berapa lama, seorang bocah bernama Taufik Ismail (12) warga Moyudan, Sleman diketahui hanyut saat mandi di sungai itu bersama teman-temannya di sisi timur. Bocah malang ini ditemukan warga 150 meter dari lokasi kejadian.
"Saat ditemukan tiga orang yang berinisiatif mengangkat Taufik, termasuk korban Ismail Ilyas.
Cuma satu yang berhasil, lalu kami bawa jenazah anak itu ke sisi timur. Dua lainnya, termasuk sopir itu memutuskan untuk kembali," terang Hendrianto (20) saksi lainnya.
Malang bagi sang sopir, dia justru hanyut terbawa arus. Korban sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang ditelan derasnya arus sungai. Warga sekitar kembali mencari korban dan menghubungi kepolisian.
Bersama dengan warga, anggota Polsek Sentolo dan Tim SAR Brimob Sentolo langsung melakukan pencarian. Jenazah korban ditemukan warga tak lama setelahnya di Dusun Pongangan, Desa Sentolo.
Kepala Dusun (Kadus) Pongangan, Sarjiman mengatakan, sekitar pukul 09.55 WIB, ia melihat sesosok mayat mengapung saat hendak mandi di sungai. “Saya berteriak minta tolong, dan bersama warga mengangkat jenazah ke tepi,” katanya.
“Setelah diidentifikasi, korban tewas karena menelang banyak air. Di wajahnya terdapat beberapa luka lecet karena terbentur batu dan pasir, jenazah sudah dibawa ke RSUD Wates dan diserahkan ke pihak keluarga,” kata Kapolsek Sentolo AKP Budi Susilanto.
(azh)