Rel tertimbun longsor kali ini yang kedua
Rabu, 21 November 2012 - 21:11 WIB
Rel tertimbun longsor kali ini yang kedua
A
A
A
Sindonews.com - Peristiwa tanah longsor yang dilintasi rel kereta api sepanjang 100 meter antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bojong Gede, merupakan kejadian yang kedua di tahun 2012.
Sebelumnya, dua bulan lalu, di lokasi yang sama telah terjadi tanah longsor, namun tidak separah kejadian malam ini. "Ini yang kedua kalinya," kata Endang, warga sekitar saat ditemui di lokasi longsor, Bogor, Rabu (21/11/2012).
Menurut Endang, saat kejadian longsor dua bulan lalu, petugas PT KAI masih bisa melakukan perbaikan dengan memberikan batu-batu yang dimasukan dalam karung. "Karung-karung itu kemudian di taruh di samping rel yang longsor," kata Endang lagi.
Endang berharap, PT KAI segera memperbaikinya rel yang tertimbun longsor, agar tidak terjadi tanah longsor yang lebih parah lagi.
Sebelumnya, sejumlah petugas PT KAI telah tiba di lokasi longsor dan tidak bisa berbuat apa-apa saat tiba. "Kami tidak bisa mengerjakan perbaikan, karena tanahnya masih labil dan rawan longsor," ujar salah satu petugas, di lokasi longsor.
Pantauan di lokasi longsor, para petugas hanya bisa melihat dan melaporkan kondisi terkini kepada atasannya. Padahal sejumlah peralaran sudah mulai disiapkan petugas.
Sebelumnya, dua bulan lalu, di lokasi yang sama telah terjadi tanah longsor, namun tidak separah kejadian malam ini. "Ini yang kedua kalinya," kata Endang, warga sekitar saat ditemui di lokasi longsor, Bogor, Rabu (21/11/2012).
Menurut Endang, saat kejadian longsor dua bulan lalu, petugas PT KAI masih bisa melakukan perbaikan dengan memberikan batu-batu yang dimasukan dalam karung. "Karung-karung itu kemudian di taruh di samping rel yang longsor," kata Endang lagi.
Endang berharap, PT KAI segera memperbaikinya rel yang tertimbun longsor, agar tidak terjadi tanah longsor yang lebih parah lagi.
Sebelumnya, sejumlah petugas PT KAI telah tiba di lokasi longsor dan tidak bisa berbuat apa-apa saat tiba. "Kami tidak bisa mengerjakan perbaikan, karena tanahnya masih labil dan rawan longsor," ujar salah satu petugas, di lokasi longsor.
Pantauan di lokasi longsor, para petugas hanya bisa melihat dan melaporkan kondisi terkini kepada atasannya. Padahal sejumlah peralaran sudah mulai disiapkan petugas.
(san)