MUI Jabar: jangan sekedar pilih artis
Rabu, 21 November 2012 - 15:15 WIB
MUI Jabar: jangan sekedar pilih artis
A
A
A
Sindonews.com - Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) menilai, dalam memilih pemimpin jangan sekedar melihat dari popularitasnya saja, perlu ada kecerdasan didalamnya.
Seperti diketahui, Pilgub Jabar 2013 diikuti juga politisi yang berlatar artis misalnya Dede Yusuf, Rieke Diah Pitaloka, dan Deddy Mizwar.
Sekertaris MUI Jabar Rafani Achyar menyatakan, pemimpin harus memiliki sejumlah kriteria, salah satunya fathonah atau kecerdasan.
"Pemimpin itu harus memiliki kecerdasan bukan hanya popularitas seperti artis supaya tertarik memilih, nah itu fatal," kata Rafani, usai Muswil V Persis di Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (21/11/2012).
"Pemimpin itu bukan hanya untuk manggung membuat tontonan. Tapi sebagai kodimum umah, pelayan umat," tambahnya.
Terlebih Jabar merupakan provinsi yang pendidiknya paling besar di Indonesia. Umat di Jabar sangat besar dan majemuk. Sehingga pemimpin Jabar wajib memiliki wawasan yang luas.
Lanjutnya, selain itu untuk memimpin Jabar tentu harus memiliki pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan. Sebab, tidak mungkin pemimpin bisa menjalankan pemerintahan jika tidak paham tata pengelolaan pemerintah. Sehingga sistem nantinya malah kurang memadai.
"Maka perlu ada fathonah, cerdas. Tanpa ini pemimpin nggak akan bisa menjalankan tugas-tugasnya," ujarnya.
Selain kecerdasan, ada kriteria lain yang harus dimiliki pemimpin yang disarankan menjadi acuan warga Jabar yang menghadapi Pilgub Jabar. Kriteria tersebut adalah sidik, amanah, dan tablig.
Seperti diketahui, Pilgub Jabar akan dimulai 24 Februari 2013. Tahapannya sudah dimulai saat ini yang diikuti lima calon, yakni pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (PDIP), Dede Yusuf-Lex Laksamana (Partai Demokrat dan koalisi), Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar (PKS dan koalisi), Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim, serta sepasang dari jalur independen Dikdik Arif Mansyur-Cecep NS Toyib.
Seperti diketahui, Pilgub Jabar 2013 diikuti juga politisi yang berlatar artis misalnya Dede Yusuf, Rieke Diah Pitaloka, dan Deddy Mizwar.
Sekertaris MUI Jabar Rafani Achyar menyatakan, pemimpin harus memiliki sejumlah kriteria, salah satunya fathonah atau kecerdasan.
"Pemimpin itu harus memiliki kecerdasan bukan hanya popularitas seperti artis supaya tertarik memilih, nah itu fatal," kata Rafani, usai Muswil V Persis di Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (21/11/2012).
"Pemimpin itu bukan hanya untuk manggung membuat tontonan. Tapi sebagai kodimum umah, pelayan umat," tambahnya.
Terlebih Jabar merupakan provinsi yang pendidiknya paling besar di Indonesia. Umat di Jabar sangat besar dan majemuk. Sehingga pemimpin Jabar wajib memiliki wawasan yang luas.
Lanjutnya, selain itu untuk memimpin Jabar tentu harus memiliki pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan. Sebab, tidak mungkin pemimpin bisa menjalankan pemerintahan jika tidak paham tata pengelolaan pemerintah. Sehingga sistem nantinya malah kurang memadai.
"Maka perlu ada fathonah, cerdas. Tanpa ini pemimpin nggak akan bisa menjalankan tugas-tugasnya," ujarnya.
Selain kecerdasan, ada kriteria lain yang harus dimiliki pemimpin yang disarankan menjadi acuan warga Jabar yang menghadapi Pilgub Jabar. Kriteria tersebut adalah sidik, amanah, dan tablig.
Seperti diketahui, Pilgub Jabar akan dimulai 24 Februari 2013. Tahapannya sudah dimulai saat ini yang diikuti lima calon, yakni pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (PDIP), Dede Yusuf-Lex Laksamana (Partai Demokrat dan koalisi), Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar (PKS dan koalisi), Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim, serta sepasang dari jalur independen Dikdik Arif Mansyur-Cecep NS Toyib.
(ysw)