Teror bom di Polsek Pasarkliwon, 8 orang diperiksa
Selasa, 20 November 2012 - 17:56 WIB
Teror bom di Polsek Pasarkliwon, 8 orang diperiksa
A
A
A
Sindonews.com - Terkait teror bom di Mapolsek Pasarkliwon, Kota Solo, polisi memeriksa delapan saksi, tujuh diantaranya anggota polisi.
Polresta Surakarta kini tengah memeriksa delapan saksi, yakni Tarmo penjual nasi sayur yang pertama kali menemukan bom dan tujuh lainnya adalah polisi, yang tengah bertugas saat itu.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Surakarta, Kompol Edi Sitepu, diduga pelaku sengaja meletakkan benda yang diduga bom dari samping Mapolsek dan diletakkan dari luar lingkungan Mapolsek Pasarkliwon.
"Kami duga pelaku masuk dari samping karena jika dari depan Mapolsek banyak polisi yang sedang berjaga," kata Edi dalam siaran persnya, Selasa (20/11/2012).
Terkait dengan daya ledak benda yang diduga bom ini, Edi belum bisa menjelaskan karena sedang ditangani tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak).
"Kami belum mengetahui daya ledak benda tersebut karena sedang diteliti di Puslabfor Cabang Semarang," terangnya.
Namun berdasar keterangan saksi benda tersebut terdiri dari komponen tabung gas elpiji tiga kilogram, kabel, alat pengatur waktu, dan batere.
Terkait ancaman akhir tahun, mengingat kejadian ini adalah yang kedua kalinya menjelang natal dan tahun baru dua tahun silam, polisi belum bisa memastikan.
Polresta Surakarta kini tengah memeriksa delapan saksi, yakni Tarmo penjual nasi sayur yang pertama kali menemukan bom dan tujuh lainnya adalah polisi, yang tengah bertugas saat itu.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Surakarta, Kompol Edi Sitepu, diduga pelaku sengaja meletakkan benda yang diduga bom dari samping Mapolsek dan diletakkan dari luar lingkungan Mapolsek Pasarkliwon.
"Kami duga pelaku masuk dari samping karena jika dari depan Mapolsek banyak polisi yang sedang berjaga," kata Edi dalam siaran persnya, Selasa (20/11/2012).
Terkait dengan daya ledak benda yang diduga bom ini, Edi belum bisa menjelaskan karena sedang ditangani tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak).
"Kami belum mengetahui daya ledak benda tersebut karena sedang diteliti di Puslabfor Cabang Semarang," terangnya.
Namun berdasar keterangan saksi benda tersebut terdiri dari komponen tabung gas elpiji tiga kilogram, kabel, alat pengatur waktu, dan batere.
Terkait ancaman akhir tahun, mengingat kejadian ini adalah yang kedua kalinya menjelang natal dan tahun baru dua tahun silam, polisi belum bisa memastikan.
(ysw)