Sewa kantin naik, mahasiswa UIKA Bogor demo
Selasa, 20 November 2012 - 14:01 WIB
Sewa kantin naik, mahasiswa UIKA Bogor demo
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor melakukan aksi unjuk rasa ke kantor rektorat, menolak kebijakan rektor menaikan sewa kantin yang ada di dalam kampus. Para mahasiswa menganggap, kebijakan rektor telah memberatkan para pedagang di dalam kampus.
"Kita sering makan dikantin, bahkan menghutang dikantin, terus pihak rektorat tiba-tiba saja menaikan harga sewa kantin," ujar Hidayat, salah seorang pendemo, dalam orasinya, di Kampus UIKA, Bogor, Selasa (20/11/2012).
Menurutnya, aksi yang dilakukan mahasiswa untuk membantu para penyewa kantin agar tetap berjualan di dalam kampus. "Kalau dinaikan kasihan mereka," tambah Hidayat.
Para mahasiswa juga mempertanyakan dana taktis untuk pengembangan UKM yang telah dibayarkan para mahasiswa. "Terus kemana dana untuk UKM milik para mahasiswa?" sambungnya.
Dalam aksinya, para mahasiswa membakar ban bekas dan memaksa masuk kedalam ruang rektor. Para mahasiswa mengaku tetap akan melaksanakan aksinya, hingga tuntutannya mereka dikabulkan.
Sementara itu, rektor UIKA Ending Bahruddin memilih pergi ke Riau dan enggan menemui para mahasiswa.
"Kita sering makan dikantin, bahkan menghutang dikantin, terus pihak rektorat tiba-tiba saja menaikan harga sewa kantin," ujar Hidayat, salah seorang pendemo, dalam orasinya, di Kampus UIKA, Bogor, Selasa (20/11/2012).
Menurutnya, aksi yang dilakukan mahasiswa untuk membantu para penyewa kantin agar tetap berjualan di dalam kampus. "Kalau dinaikan kasihan mereka," tambah Hidayat.
Para mahasiswa juga mempertanyakan dana taktis untuk pengembangan UKM yang telah dibayarkan para mahasiswa. "Terus kemana dana untuk UKM milik para mahasiswa?" sambungnya.
Dalam aksinya, para mahasiswa membakar ban bekas dan memaksa masuk kedalam ruang rektor. Para mahasiswa mengaku tetap akan melaksanakan aksinya, hingga tuntutannya mereka dikabulkan.
Sementara itu, rektor UIKA Ending Bahruddin memilih pergi ke Riau dan enggan menemui para mahasiswa.
(san)