Bentrok warga di Palu kembali pecah
Minggu, 18 November 2012 - 10:42 WIB
Bentrok warga di Palu kembali pecah
A
A
A
Sindonews.com - Bentrokan antar warga di Kecamatan Tatanga, Sulawesi Tengah, kembali pecah dini hari tadi. Bentrokan yang melibatkan ratusan warga tersebut diketahui banyak menggunakan senjata rakitan jenis Dumdum, panah Ambon, senapan angin, dan parang.
Dalam bentrokan tersebut, Minggu (18/11/2012) dinihari, dua pleton pengendali massa (Dalmas) dari kepolisian setempat dan Brimob diturunkan untuk membubarkan paksa bentrokan antara warga Kelurahan Tavanjuka dengan Kelurahan Tatanga, Kecamatan tatanga, Kota Palu.
Polisi juga melepaskan tembakan peringatan ke udara dan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan bentrokan warga. Saat hendak membubarkan, warga sempat melakukan perlawanan ke aparat kepolisian dengan ledakan petasan. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan memukul mundur massa hingga bubar.
Tak lama, persenjataan warga akhirnya berhasil dilucuti. Sejumlah warga juga sempat mendapatkan pukulan dan tendangan dari polisi.
Berdasarkan informasi yang beraedar di lapangan, bentrokan dipicu adanya perkelahian pemuda dan isu melalui pesan singkat menyesatkan yang dikirim secara berantai.
Dalam pesan singkat tersebut, disebutkan, salah satu warga akan menyerang dan melakukan aksi balasan terhadap warga tetangga.
Dalam bentrokan tersebut, Minggu (18/11/2012) dinihari, dua pleton pengendali massa (Dalmas) dari kepolisian setempat dan Brimob diturunkan untuk membubarkan paksa bentrokan antara warga Kelurahan Tavanjuka dengan Kelurahan Tatanga, Kecamatan tatanga, Kota Palu.
Polisi juga melepaskan tembakan peringatan ke udara dan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan bentrokan warga. Saat hendak membubarkan, warga sempat melakukan perlawanan ke aparat kepolisian dengan ledakan petasan. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan memukul mundur massa hingga bubar.
Tak lama, persenjataan warga akhirnya berhasil dilucuti. Sejumlah warga juga sempat mendapatkan pukulan dan tendangan dari polisi.
Berdasarkan informasi yang beraedar di lapangan, bentrokan dipicu adanya perkelahian pemuda dan isu melalui pesan singkat menyesatkan yang dikirim secara berantai.
Dalam pesan singkat tersebut, disebutkan, salah satu warga akan menyerang dan melakukan aksi balasan terhadap warga tetangga.
(rsa)