MPU Bireun imbau warga tenang
Sabtu, 17 November 2012 - 15:26 WIB
MPU Bireun imbau warga tenang
A
A
A
Sindonews.com - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireun tidak pernah mengeluarkan putusan ajaran Teungku Aiyub di pesantrennya di Desa Jambo Dalam Kecamatan Peulimbang, Bireun Provinsi Aceh sesat
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireun, Tengku Jamaluddin menyatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan putusan bahwa ajaran Teungku Aiyub di Desa Jambo Dalam Kecamatan Peulimbang, Bireun Provinsi Aceh sesat.
"Ajaran beliau (Tengku Aitub-red) mengarah pada kesesatan," jelas Teungku Jamaluddin, Sabtu (17/11/2012).
Namun menurutnya, MPU pernah memfasilitasi pertemuan antara kelompok Tengku Aiyub dengan warga. Dua tahun lalu bahkan sempat disepakati perdamaian.
Menurut Teungku Jamaluddin, agar warga dapat kembali menerima Teungku Aiyub di desa, kelompok Teungku Aiyub diminta untuk tidak menjalankan aktivitas mengajar mengaji lagi.
"Beliau ada menandatangani surat perjanjian itu," kata Teungku Jamaluddin.
Usai tragedi penyerangan balai pengajian yang menewaskan Teungku Aiyub dan dua warga serta menyebabkan 10 orang luka-luka, Jamaluddin menghimbau warga agar tenang, tidak terprovokasi isu-isu ajaran sesat sebelum ada putusan ulama setempat.
"Tenang cukup sudah yang terjadi jangan ribut-ribut lagi," pinta Jamaluddin.
Selain itu, ia berharap para santri Teungku Aiyub juga dapat mengendalikan amarah dan tidak lagi menjalankan aktivitas pengajian lagi. "Harus tutuplah sesuai kesepatakan dulu," tambahnya.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireun, Tengku Jamaluddin menyatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan putusan bahwa ajaran Teungku Aiyub di Desa Jambo Dalam Kecamatan Peulimbang, Bireun Provinsi Aceh sesat.
"Ajaran beliau (Tengku Aitub-red) mengarah pada kesesatan," jelas Teungku Jamaluddin, Sabtu (17/11/2012).
Namun menurutnya, MPU pernah memfasilitasi pertemuan antara kelompok Tengku Aiyub dengan warga. Dua tahun lalu bahkan sempat disepakati perdamaian.
Menurut Teungku Jamaluddin, agar warga dapat kembali menerima Teungku Aiyub di desa, kelompok Teungku Aiyub diminta untuk tidak menjalankan aktivitas mengajar mengaji lagi.
"Beliau ada menandatangani surat perjanjian itu," kata Teungku Jamaluddin.
Usai tragedi penyerangan balai pengajian yang menewaskan Teungku Aiyub dan dua warga serta menyebabkan 10 orang luka-luka, Jamaluddin menghimbau warga agar tenang, tidak terprovokasi isu-isu ajaran sesat sebelum ada putusan ulama setempat.
"Tenang cukup sudah yang terjadi jangan ribut-ribut lagi," pinta Jamaluddin.
Selain itu, ia berharap para santri Teungku Aiyub juga dapat mengendalikan amarah dan tidak lagi menjalankan aktivitas pengajian lagi. "Harus tutuplah sesuai kesepatakan dulu," tambahnya.
(azh)