Pesantren diserang, 3 orang tewas
Sabtu, 17 November 2012 - 12:09 WIB
Pesantren diserang, 3 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Tiga warga meninggal dan 10 orang luka-luka akibat kerusuhan di Desa Jambo Dalam Kecamatan Peulimbang, Bireun Provinsi Aceh. Kerusahan terjadi dalam kompleks balai pengajian milik Teungku Aiyub setelah adanya isu penyebaran ajaran sesat.
Kapolres Bireun AKBP Yuri Karsono, sekira 1.500 warga datang ke pesantren milik Teungku Aiyub. Kedatangan warga tersebut dihalangi oleh puluhan penghuni pesantren Teungku Aiyub. Dalam menghalau aksi massa tersebut, pemilik pesantren Teungku Aiyub tewas.
Untuk mengamankan kondisi Yuri mengerahkan 160 personel Polres dibantu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Polisi berupaya menenangkan warga serta berkoordinasi dengan tokoh masyarakat untuk mencari solusi dari permasalahan ini," ungkap Yuri menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (17/11/2012). .
Yuri menjelaskan mulanya warga mendatangi pesantren dan mempersoalkan tentang ajaran yang diajarkan Teungku Aiyub pada santrinya. Teungku Aiyub sendiri memimpin massa santri menghalau penyerangan yang dilakukan massa warga.
"Dugaan awal memang upaya yang dilakukan Teungku Aiyub untuk menghalau massa itu menjadi pemicu sehingga menimbulkan korban jiwa," kata Yuri.
Korban luka-luka dilarikan ke Rumah Sakit dr Fauziah Bireun. Hingga berita ini diturunkan polisi belum melakukan penahanan.
Kapolres Bireun AKBP Yuri Karsono, sekira 1.500 warga datang ke pesantren milik Teungku Aiyub. Kedatangan warga tersebut dihalangi oleh puluhan penghuni pesantren Teungku Aiyub. Dalam menghalau aksi massa tersebut, pemilik pesantren Teungku Aiyub tewas.
Untuk mengamankan kondisi Yuri mengerahkan 160 personel Polres dibantu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Polisi berupaya menenangkan warga serta berkoordinasi dengan tokoh masyarakat untuk mencari solusi dari permasalahan ini," ungkap Yuri menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (17/11/2012). .
Yuri menjelaskan mulanya warga mendatangi pesantren dan mempersoalkan tentang ajaran yang diajarkan Teungku Aiyub pada santrinya. Teungku Aiyub sendiri memimpin massa santri menghalau penyerangan yang dilakukan massa warga.
"Dugaan awal memang upaya yang dilakukan Teungku Aiyub untuk menghalau massa itu menjadi pemicu sehingga menimbulkan korban jiwa," kata Yuri.
Korban luka-luka dilarikan ke Rumah Sakit dr Fauziah Bireun. Hingga berita ini diturunkan polisi belum melakukan penahanan.
(azh)