Penolakan tambang pasir besi dibawa ke forum internasional
Jum'at, 16 November 2012 - 09:59 WIB
Penolakan tambang pasir besi dibawa ke forum internasional
A
A
A
Sindonews.com - Penolakan warga pesisir selatan Kulonprogo terhadap proyek penambangan pasir besi, oleh PT Jogja Magasa Iron (JMI) belum surut. Aksi penolakan memasuki babak baru setelah dibawa ke forum internasional.
Langkah ini ditempuh Dian Yanuardi dari Sayogyo Institute, Yogyakarta . Dua pekan terakhir, Dian mempresentasikan penolakan warga pesisir terhadap proyek di sebuah forum di kampus Cornell University, AS.
"Isu ini sangat penting karena menyangkut kepentingan masyarakat kelas bawah. Pemerintah selalu berdalih ini untuk pembangunan, tapi efek negatif bagi masyarakat selalu diabaikan," kata Dian, di Yogyakarta, Jumat (16/11/2012).
Menurut dia, forum internasional mengapresiasi langkah masyarakat pesisir menolak penambangan. Terlebih, masyarakat mulai merasakan dampak negatif dari penambangan ini. Karena itu, dukungan internasional dapat menjadi pelecut semangat warga melanjutkan penolakan.
"Nah ini kan bisa menjadi modal masyarakat melanjutkan perjuangan. Jangan sampai semanagat itu kendur karena tekanan dari penguasa. Jadi dukungan ini jadi modal yang cukup baik," kata dia.
Dia menambahkan, problem penambangan di seluruh Indonesia sama saja. Reklamasi tidak pernah menyelesaikan persoalan. Sebaliknya, lahan pertanian warga terancam dan mereka dipaksa terusir dari areal pertanian yang menjadi andalan bertahan hidup.
Langkah ini ditempuh Dian Yanuardi dari Sayogyo Institute, Yogyakarta . Dua pekan terakhir, Dian mempresentasikan penolakan warga pesisir terhadap proyek di sebuah forum di kampus Cornell University, AS.
"Isu ini sangat penting karena menyangkut kepentingan masyarakat kelas bawah. Pemerintah selalu berdalih ini untuk pembangunan, tapi efek negatif bagi masyarakat selalu diabaikan," kata Dian, di Yogyakarta, Jumat (16/11/2012).
Menurut dia, forum internasional mengapresiasi langkah masyarakat pesisir menolak penambangan. Terlebih, masyarakat mulai merasakan dampak negatif dari penambangan ini. Karena itu, dukungan internasional dapat menjadi pelecut semangat warga melanjutkan penolakan.
"Nah ini kan bisa menjadi modal masyarakat melanjutkan perjuangan. Jangan sampai semanagat itu kendur karena tekanan dari penguasa. Jadi dukungan ini jadi modal yang cukup baik," kata dia.
Dia menambahkan, problem penambangan di seluruh Indonesia sama saja. Reklamasi tidak pernah menyelesaikan persoalan. Sebaliknya, lahan pertanian warga terancam dan mereka dipaksa terusir dari areal pertanian yang menjadi andalan bertahan hidup.
(lns)