Pemkot Depok tangani tanggul jebol
Selasa, 13 November 2012 - 15:07 WIB
Pemkot Depok tangani tanggul jebol
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad langsung meninjau lokasi jebolnya tanggul Kali Laya di Perumahan Bukit Cengkeh, Cimanggis, Depok. Idris langsung memerintahkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk segera menangani tanggul jebol tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Enco Kuryasa mengakui, memang harus segera ada penanganan khusus untuk mengatasi Kali Laya yang langganan jebol setiap tahun.
Jebolnya tanggul, kata dia, justru memang karena ada pekerjaan proyek penguatan tanggul di bagian hulu dan hilir, namun pada pelaksanaannya terdapat rembesan karena air hujan dan membuat tanggul jebol.
"Kita tangani dengan kegiatan pemeliharan dulu. Artinya agar bisa menunjang kami akan pasang bronjong dulu, memang awalnya sedang lagi ada kegiatan, agar tak mengalir ke jalan kami tangani dengan bronjong. Di hulu dan di hilir, kita lagi laksanakan kegiatan perkuat tanggul, karena desakan air hujan, di hulu lancar, menuju ke hilir. Pasti ada rembesan air, mendesak lalu jebol, terkikis," kata Enco di lokasi, Selasa (13/11/2012).
Enco mengakui, rumah yang terkena banjir yakni sebanyak 100 rumah dengan lebar jebolnya tanggul sepanjang 500 meter. Dia menargetkan dalam waktu tiga hari perbaikan selesai.
"Air yang masuk ke kali jantung, akan kita tutup dengan bronjong. Tiga hari selesai, kita layer lagi dengan aspal," tegasnya.
Sementara itu jebolnya kali laya dikritik oleh anggota DPRD Depok dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Siswanto yang juga tinggal di Perumahan Bukit Cengkeh. Setiap tahun, kata Siswanto, perbaikan tanggul kali laya tak pernah beres oleh Pemkot Depok.
"Tiap tahun habis Rp4-5 miliar enggak beres-beres. Niatnya dan pelaksanaannya enggak ada, niatnya luar biasa, tapi selalu dilaksanakan pas musim hujan, jadi buru-buru dan enggak optimal," tandasnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Enco Kuryasa mengakui, memang harus segera ada penanganan khusus untuk mengatasi Kali Laya yang langganan jebol setiap tahun.
Jebolnya tanggul, kata dia, justru memang karena ada pekerjaan proyek penguatan tanggul di bagian hulu dan hilir, namun pada pelaksanaannya terdapat rembesan karena air hujan dan membuat tanggul jebol.
"Kita tangani dengan kegiatan pemeliharan dulu. Artinya agar bisa menunjang kami akan pasang bronjong dulu, memang awalnya sedang lagi ada kegiatan, agar tak mengalir ke jalan kami tangani dengan bronjong. Di hulu dan di hilir, kita lagi laksanakan kegiatan perkuat tanggul, karena desakan air hujan, di hulu lancar, menuju ke hilir. Pasti ada rembesan air, mendesak lalu jebol, terkikis," kata Enco di lokasi, Selasa (13/11/2012).
Enco mengakui, rumah yang terkena banjir yakni sebanyak 100 rumah dengan lebar jebolnya tanggul sepanjang 500 meter. Dia menargetkan dalam waktu tiga hari perbaikan selesai.
"Air yang masuk ke kali jantung, akan kita tutup dengan bronjong. Tiga hari selesai, kita layer lagi dengan aspal," tegasnya.
Sementara itu jebolnya kali laya dikritik oleh anggota DPRD Depok dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Siswanto yang juga tinggal di Perumahan Bukit Cengkeh. Setiap tahun, kata Siswanto, perbaikan tanggul kali laya tak pernah beres oleh Pemkot Depok.
"Tiap tahun habis Rp4-5 miliar enggak beres-beres. Niatnya dan pelaksanaannya enggak ada, niatnya luar biasa, tapi selalu dilaksanakan pas musim hujan, jadi buru-buru dan enggak optimal," tandasnya.
(mhd)