Pondasi ambrol, jalan trans Yogya-Sermo terganggu
Selasa, 13 November 2012 - 13:37 WIB
Pondasi ambrol, jalan trans Yogya-Sermo terganggu
A
A
A
Sindonews.com - Pondasi jalan trans Yogya-Sermo di Dusun Clawer, Pengasih, Kulonprogo ambrol diterjang air hujan. Parahnya, kerusakan tidak hanya terjadi di satu titik saja.
Parto Irono (65) warga Dusun Clawer mengatakan, pondasi pada proyek jalan trans Yogya-Sermo ambrol sejak Jumat 9 November 2012. Pondasi tak kuat menahan aliran air hujan karena pembuatan yang sangat buruk.
"Campuran semennya tidak standar. Jadi antara semen dengan batu itu tidak nempel. Ditambah lagi, urukan tanah yang ditahan pondasi tidak padat. Jadi saat hujan deras turun, tidak kuat menahan beban," kata Parto di Dusun Clawer, Selasa (13/11/2012).
Ironisnya, buruknya pembangunan jalan membuat sejumlah pengendara yang melintas kerap terjatuh. Teguh Raharjo (45) warga lainnya mengatakan, saat hujan turun, proyek jalan trans Yogya- Sermo itu banyak memakan korban.
Warga yang melintas maupun siswa sekolah berjatuhan akibat jalanan licin karena tanah banyak yang tercecer ke jalan. Bahkan, warga sekitar tak berani melewati jalan itu.
"Kalau hujan anak-anak sekolah itu pada jatuh. Soalnya, air hujan bawa lumpur dari atas, sehingga jalanan jadi licin. Warga malah takut melintas karena sangat berbahaya," terangnya.
Proyek jalan trans Yogya-Sermo dikerjakan kontraktor asal Sleman, CV Prisma Sejahtera. Total proyek sebesar Rp881 juta lebih, dikerjakan mulai April lalu.
Parto Irono (65) warga Dusun Clawer mengatakan, pondasi pada proyek jalan trans Yogya-Sermo ambrol sejak Jumat 9 November 2012. Pondasi tak kuat menahan aliran air hujan karena pembuatan yang sangat buruk.
"Campuran semennya tidak standar. Jadi antara semen dengan batu itu tidak nempel. Ditambah lagi, urukan tanah yang ditahan pondasi tidak padat. Jadi saat hujan deras turun, tidak kuat menahan beban," kata Parto di Dusun Clawer, Selasa (13/11/2012).
Ironisnya, buruknya pembangunan jalan membuat sejumlah pengendara yang melintas kerap terjatuh. Teguh Raharjo (45) warga lainnya mengatakan, saat hujan turun, proyek jalan trans Yogya- Sermo itu banyak memakan korban.
Warga yang melintas maupun siswa sekolah berjatuhan akibat jalanan licin karena tanah banyak yang tercecer ke jalan. Bahkan, warga sekitar tak berani melewati jalan itu.
"Kalau hujan anak-anak sekolah itu pada jatuh. Soalnya, air hujan bawa lumpur dari atas, sehingga jalanan jadi licin. Warga malah takut melintas karena sangat berbahaya," terangnya.
Proyek jalan trans Yogya-Sermo dikerjakan kontraktor asal Sleman, CV Prisma Sejahtera. Total proyek sebesar Rp881 juta lebih, dikerjakan mulai April lalu.
(ysw)